KHOTBAH BUDDHA SAKYAMUNI TENTANG CARA AGAR DAPAT LAHIR DI SUKHAVATI ALAM BUDDHA AMITABHA

KHOTBAH BUDDHA SAKYAMUNI TENTANG CARA AGAR DAPAT LAHIR DI SUKHAVATI ALAM BUDDHA AMITABHA

KHOTBAH BUDDHA SAKYAMUNI TENTANG CARA AGAR DAPAT LAHIR DI SUKHAVATI ALAM BUDDHA AMITABHA

1B.jpgSang Buddha Sakyamuni Bersabda : “Para putra dan putri yang budiman seharusnya BERBAKTI, menjalankan SILA, BERDANA dan turut MENYEBARKAN DHARMA Ajaran Kebenaran untuk memberi MANFAAT kepada semua umat manusia,agar para umat manusia dapat memahami TUJUAN DARI KELAHIRAN UMAT MANUSIA DI DUNIA ini, dan dapat segera mengembangkan HATI BODHISATTVA-nya untuk BERBUAT KEBAJIKAN, supaya kelak dapat LAHIR DI ALAM BUDDHA, karena BADAN JASMANI MANUSIA adalah terbentuk dari KONDISI KARMA, maka kelahiran dan kematian akan terus terjadi. Apabila dapat lahir di alam Buddha, maka proses kelahiran di 6 alam kehidupan akan BERHENTI.”

2A.jpgDHARMA DANA :

SANG BUDDHA SAKYAMUNI BERSABDA DALAM AVATAMSAKA SUTRA : “Kebajikan dan pahala yang berasal dari SATU PEMIKIRAN TENTANG DHARMA adalah tak terkira dan tak terbandingkan, karena DHARMA adalah hukum KEBENARAN SEJATI yang sangat dihormati oleh para Buddha dan semua Buddha mencapai tingkat KEBUDDHAAN adalah dengan MELATIH DIRI untuk BERBUAT, BERKATA dan BERPIKIR sesuai dengan DHARMA.

Apabila para umat Buddha ingin mencapai tingkat KEBUDDHAAN melalui persembahan DHARMA, berarti telah menyempurnakan persembahan kepada semua Buddha, maka itu, SEBARKANLAH DHARMA. Apabila umat manusia dapat memahami DHARMA dan melatih diri dengan berbuat sesuai dengan DHARMA, maka ini adalah persembahan yang SEJATI, persembahan yang TAK TERBATAS, yang MAHA BESAR, yang MAHA MULIA dan yang MAHA TINGGI !”

Para umat dapat menyalurkan PAHALA dari MENYUMBANG KITAB SUCI DHARMA kepada ORANG TUA atau kepada PARA LELUHUR dan kepada siapapun untuk memberi KESEJAHTERAAN dan KEBAHAGIAAN kepada mereka semua.

2B.jpg2C.jpgSang Buddha Bersabda Dalam Sutra Hukum Karma : “Apabila para putra dan putri yang budiman bersedia MENERIMA dan MERASA YAKIN dengan sepenuh hati terhadap KITAB SUCI DHARMA atau SUTRA AJARAN DARI SANG BUDDHA serta MENULIS atau MENCETAKNYA dan MEMBAGIKANNYA kepada teman-teman, sanak-saudara atau MENYUMBANGKANNYA kepada masyarakat umum serta selalu MENJELASKAN DHARMA kepada orang dan bertindak sesuai dengan AJARAN DHARMA, maka apa saja yang dilakukannya akan selalu DIBERKAHI OLEH PARA BUDDHA dan BODHISATTVA, dan kelak setelah berakhirnya kehidupan ini, maka dengan JASA dan PAHALA dari perbuatan kebajikannya akan membawanya LAHIR di Alam Kebahagiaan, yaitu SURGA BARAT, SUKHAVATI, ALAM BUDDHA AMITABHA.

3A.jpgBuddha Sakyamuni Bersabda : “Dari alam manusia ini di sebelah barat terdapat ratusan ribu koti negeri Buddha, disana ada sebuah alam yang bernama “SUKHAVATI”. Di alam tersebut terdapat seorang Buddha yang bernama “AMITABHA BUDDHA” kini Beliau sedang membabarkan Dharma yang SANGAT MENAKJUBKAN, para umat manusia hendaklah menjalankan 5 SILA : tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berbohong, tidak asusila, tidak terlibat minuman keras atau makanan yang dapat menimbulkan ketagihan, dan BERBUAT KEBAJIKAN, yaitu : melepaskan makhluk hidup ke alam bebas, berdana kepada BUDDHA, DHARMA dan SANGHA dan orang yang membutuhkan bantuan, dan turut menyebarkan Dharma Ajaran dari Sang Buddha, bervegetarian serta bermeditasi dan BERDOA kepada AMITABHA BUDDHA agar kelak dapat lahir di alam Buddha, SUKHAVATI.”

3B.jpgSang Buddha memberitahu kepada Ananda dengan berkata : “Alam SUKHAVATI dari AMITABHA BUDDHA ini memiliki JASA dan KEBAJIKAN YANG SANGAT LUAR BIASA dan dipenuhi dengan segala jenis KEAGUNGAN, yang selama-lamanya TANPA PENDERITAAN APAPUN, serta BEBAS DARI SEGALA KESULITAN dan TANPA TEMPAT KEJAHATAN dan sama sekali tidak terdapat perwujudan dari MARA / setan penggoda, tanpa perubahan cuaca dari 4 musim. Dataran di Alam SUKHAVATI secara alamiah terbentuk dari 7 MACAM PERMATA, lantainya terbuat dari EMAS, sangat luas, lapang dan rata serta tanpa batas. DataranNya penuh dengan perhiasan murni, penampilanNya sangat INDAH, TENANG, SUCI dan AGUNG. KEINDAHAN dan KEAGUNGANNYA yang sangat menakjubkan, jauh melebihi alam-alam Buddha lainnya yang terdapat di 10 penjuru Alam Semesta.

4A.jpgSang Buddha memberitahu Ananda dengan berkata : “ Kekuatan CAHAYA SPIRITUAL yang dipancarkan oleh AMITABHA BUDDHA adalah yang paling dihormati. Para Buddha di 10 penjuru alam semesta tidak dapat menandingiNya, cahaya yang Beliau pancarkan dari puncak kepalaNya dipancarkan ke segala penjuru bersinar dengan terang menerangi semua Alam Buddha yang jumlahnya tak terkira bagaikan butiran pasir di Sungai Gangga, maka itu Beliau diberi gelar “BUDDHA YANG CAHAYANYA TANPA BATAS”; CahayaNya Tak Terhalang; Buddha Amitabha juga dijuluki sebagai “Cahaya Kebijaksanaan”; “Cahaya Abadi”; “Cahaya Suci Murni”; “Cahaya Kegembiraan”. AMITABHA BUDDHA artinya BUDDHA yang CAHAYANYA dan USIANYA TANPA BATAS. Apabila umat manusia terus menerus memuji Amitabha Buddha di dalam hati dan dengan konsentrasi menyebut : “ NAMO AMITABHA BUDDHAYA”, maka sesuai dengan niat dari umat manusia tersebut, mereka dapat terlahir di alam Buddha Amitabha yang bernama SUKHAVATI ”.

4B.jpgALAM SUKHAVATI dari Amitabha Buddha ini merupakan sebuah tempat untuk MELATIH DIRI, di dalamnya terdapat POHON BODHI, dan segala jenis permata dikombinasikan pada pohon-pohon tersebut, bunga dan buah tumbuh berlimpah, cahayaNya bersinar terang menerangi segala penjuru, semua tiang-tiang istana dihiasi dengan batu permata dan mutiara yang berwarna keemasan dan lonceng yang terbuat dari permata, jutaan cahaya yang berwarna-warni saling memantul, sehingga menimbulkan sinar cahaya yang sangat indah, dan suasana yang agung dan megah. Bunga-bunga, ranting-ranting dan daun-daun dari pohon Bodhi setiap saat mengeluarkan bunyi IRAMA DHARMA, setelah mendengar suara DHARMA tersebut, maka 6 indriya mereka akan menjadi SUCI dan MURNI, BEBAS dari segala KEKHAWATIRAN dan KEGELISAHAN BATHIN dan selama-lamanya TIDAK AKAN PERNAH MUNDUR DALAM MELATIH DIRI SAMPAI MENCAPAI TINGKAT BUDDHA.

5A.jpgDi sebelah kiri dan kanan dari ruangan pembabaran Dharma terdapat MATA AIR yang terus mengalir. Kolam-kolam tersebut dipenuhi air yang harum, yang dilengkapi dengan 8 JASA dan PAHALA, di pinggirnya terdapat pohon Cendana yang jumlahnya tak terhitung dan pohon-pohon yang lain, baik daun, bunga dan buahnya semua mengeluarkan keharuman dan wewangian ke dalam air yang mengalir, kolam-kolam tersebut juga terbuat dari 7 jenis batu permata dan lantainya terbuat dari pasir emas, di dalamnya terdapat bunga teratai yang berwarna hijau, merah, kuning, putih dan campuran warna yang cahayanya memantul dengan terang dan indah ke permukaan air kolam. Aliran airnya menimbulkan bunyi yang lembut, membuat seseorang seperti mendengarkan SUARA DARI BUDDHA AMITABHA dan untuk selama-lamanya pikirannya tidak akan pernah mundur lagi untuk mencapai TINGKAT KESUCIAN YANG TERTINGGI, yaitu “ ANUTTARA SAMYAK SAMBODHI ”.

5B.jpgDi Alam Sukhavati ini, semua makhluk hidup dilahirkan dalam PENAMPILAN YANG AGUNG atau TAMPAN, raut wajah dan bentuk tubuh mereka adalah sama, tidak terdapat perbedaan. Para penghuni Alam Sukhavati memiliki penampilan yang LEMBUT dan BERSINAR. Istana-istana yang mereka huni, serta pakaian, makanan dan minuman adalah sama seperti yang dimiliki oleh Raja dari Alam Surga Yang Menikmati Ciptaannya Sendiri, tetapi kekuatan dari kebajikan, status dan kemampuan Spiritual dari para penghuni alam SUKHAVATI adalah TAK TERTANDINGI, kebajikan serta keagungan dari Alam BUDDHA AMITABHA atau TANAH SUCI BUDDHA AMITABHA yang bernama SUKHAVATI adalah TIDAK DAPAT DIBAYANGKAN KEBAIKANNYA.

6A.jpgSemua makhluk hidup yang tinggal di Alam SUKHAVATI, baik yang telah lahir, atau yang pada saat ini lahir, maupun yang akan lahir, semuanya akan memperoleh bentuk wajah dan penampilan yang TAMPAN dan AGUNG dan DIBERKAHI DENGAN KEBIJAKSANAAN YANG LUAR BIASA serta KEKUATAN SPIRITUAL YANG MENAKJUBKAN dan semua keperluan mereka tersedia dalam jumlah yang berlimpah, seperti istana, pakaian yang indah, bunga yang harum, panji dan payung dan semua peralatan yang indah dan agung akan muncul di hadapan mereka begitu mereka timbul satu pemikiran menginginkannya, apabila mereka ingin makan, ratusan masakan yang bervariasi terisi penuh di dalam peralatan makanan tersebut, begitu mereka selesai makan, maka peralatan makanan akan menghilang dalam waktu sekejab, juga tersedia berbagai jenis PAKAIAN PERMATA yang sangat indah, yang memantulkan ratusan ribu cahaya yang menakjubkan, semua ini tersedia untuk mereka.

6B.jpgJuga terdapat segala jenis bunga teratai permata yang tumbuh memenuhi seluruh penjuru Alam Buddha Amitabha, bunga teratai permata ini jumlahnya mencapai ratusan ribu hingga jutaan kuntum. Bunga teratai permata ini warnanya sangat INDAH dan BERKILAU dengan aneka warnanya. Para penghuni Alam SUKHAVATI mengumpul bunga-bunga teratai ini dan membawanya ke berbagai Alam Buddha untuk dipersembahkan kepada para Buddha yang berada di berbagai Alam-Alam Buddha.

7A.jpgSang Buddha memberitahu Ananda dengan berkata : “Para makhluk hidup yang berada di 10 penjuru alam semesta termasuk para Dewa dan Manusia, terutama para Bhikshu-Bhikshuni apabila BERNIAT lahir di SUKHAVATI haruslah MENJALANKAN SILA SUCI dan MELEPASKAN NAFSU SEKSUIL serta membangkitkan niatnya untuk mencapai tingkat kesucian Bodhi dan dengan KONSENTRASI penuh berdoa dengan menyebut : “NAMO AMITABHA BUDDHAYA” atau “NAMO A MI THO FO”, terutama harus MEMBINA DIRI dan MELAKUKAN perbuatan KEBAJIKAN yang memberi MANFAAT kepada semua makhluk hidup, lalu berdoa menyalurkan semua JASA dan PAHALA mereka ke Alam Buddha Amitabha, serta BERDOA agar DAPAT LAHIR DI ALAM BUDDHA, maka pada saat menjelang ajal, BUDDHA AMITABHA beserta rombongan dari para Bodhisattva akan muncul di hadapan mereka dan membimbing mereka untuk lahir di tengah-tengah bunga teratai yang dihiasi dengan 7 jenis permata dan mereka secara alamiah akan memiliki KEBIJAKSANAAN YANG SEMPURNA dan KEKUATAN SPIRITUAL YANG LUAR BIASA.”

7B.jpgDan untuk para umat manusia yang tidak mampu menjalankan kehidupan seperti para Bhikshu- Bhikshuni, tetapi bersedia BERBUAT KEBAJIKAN serta MEMBANGKITKAN HATINYA untuk MENCAPAI TINGKAT PENERANGAN SEMPURNA atau BODHI dan dengan sepenuh hati BERDOA dengan menyebut “ NAMO AMITABHA BUDDHAYA” atau “NAMO A MI THO FO” dan setiap saat MELATIH DIRI berbuat KEBAJIKAN, menjalankan SILA dan BERVEGETARIAN serta turut MEMBANGUN VIHARA dan MENYEBARKAN DHARMA dan MEMBERI PERSEMBAHAN KEPADA ANGGOTA SANGHA dan mempersembahkan bunga dan dupa untuk mengadakan PUJA-BHAKTI kepada para Buddha dan melimpahkan semua JASA dan PAHALA ini ke Alam Buddha Amitabha dan BERDOA agar kelak dapat lahir di SUKHAVATI, maka pada saat menjelang ajal, Buddha Amitabha akan menampilkan tubuh jelmaanNya yang bersinar dengan terang membimbing mereka menuju ke ALAM SUKHAVATI, dan selama-lamanya bathin mereka tidak akan pernah mundur lagi sampai mencapai tingkat BODHI TERTINGGI.

8A.jpgApabila umat manusia tidak mampu berbuat kebajikan, maka mereka harus membangkitkan NIATnya untuk mencapai tingkat penerangan sempurna (Bodhi) dan dengan KONSENTRASI menyebut : “NAMO AMITABHA BUDDHAYA” dan TIDAK BOLEH ADA KERAGUAN dan dengan HATI YANG TULUS dan TEKAD YANG KUAT berniat lahir di alam Buddha Amitabha, maka umat ini sewaktu menjelang ajal akan bermimpi melihat Buddha Amitabha dan mereka akan dibimbing untuk lahir di alam Buddha Amitabha dan selama-lamanya bathin mereka tidak akan pernah mundur lagi sampai mencapai tingkat penerangan BODHI yang tertinggi.

8B.jpg“Apabila para putra dan putri yang LUHUR, ketika mendengar SUTRA AMITABHA ini atau membaca KITAB AMITABHA SUTRA ini, bersedia MENERIMA-Nya, MEMBACA-Nya serta MENCETAK-Nya , MENGHORMATI-Nya, dan mempersembahkan bunga yang harum dan dupa yang wangi, siang dan malam MERENUNGKAN-Nya dan BERDOA untuk dapat LAHIR di Alam Buddha Amitabha, serta membangkitkan niat untuk mencapai tingkat kesucian Bodhi, bersedia melaksanakan SILA secara suci dan murni dan tidak pernah melanggarnya dan selalu MEMBERI MANFAAT kepada semua makhluk hidup, lalu semua JASA dan PAHALA dari perbuatan kebajikannya disalurkan kepada semua makhluk hidup agar para makhluk hidup memiliki akar kebajikan untuk berbuat kebaikan agar kelak dapat lahir di Alam Buddha juga, maka sang umat akan lahir di Alam Buddha AMITABHA dan memiliki tubuh yang dilengkapi 32 BENTUK KEAGUNGAN seperti yang dimiliki oleh PARA BUDDHA.”

9.jpgApabila para umat manusia selalu melakukan perbuatan baik, yaitu : 1) tidak membunuh makhluk hidup apapun, 2) tidak mencuri sesuatu dalam bentuk apapun, 3) tidak berbohong, 4) tidak berzinah, 5) tidak meminum atau memakan sesuatu yang memabukkan atau yang menimbulkan ketagihan, 6) tidak berbicara sembrono, 7) tidak mengucapkan kata yang kasar atau yang menyakitkan hati orang, 8) tidak berlidah dua (tidak gossip), 9) tidak bersifat dendam, dengki, emosi, marah atau bersifat kasar atau membenci, 10) tidak melakukan perbuatan bodoh yang dapat melukai, menyakiti dan merugikan diri sendiri ataupun makhluk hidup. Siang maupun malam selalu MENGINGAT BUDDHA AMITABHA dan dengan TEKAD yang KUAT mereka menyatakan BERLINDUNG kepada Buddha Amitabha dan MEMBERI SUJUD serta PERSEMBAHAN SAJIAN dan selama 10 hari atau 1 hari 1 malam dengan KONSENTRASI terpusat berdoa dengan menyebut : “NAMO AMITABHA BUDDHAYA” atau “NAMO A MI THO FO” SERTA BERSIFAT WELAS ASIH, tidak serakah, dan BERSIFAT SETIA, YAKIN terhadap DHARMA, maka orang seperti ini, sewaktu menjelang ajal tidak akan merasa cemas ataupun takut, pikirannya tidak akan kacau atau bingung, dan mereka pasti akan lahir di SUKHAVATI, ALAM BUDDHA AMITABHA dan memperoleh tubuh yang berwarna KEEMASAN yang dilengkapi 32 TANDA KEAGUNGAN dan kelak pasti akan MENJADI BUDDHA.

Demikianlah khotbah Buddha Sakyamuni dari Sutra Mahayana Tentang Buddha Amitabha Yang Usianya Tanpa Batas dan Alam Sukhavati Yang Penuh Dengan Keagungan, Kesucian dan Kemuliaan serta Semua Makhluk Hidup Memiliki Kesempatan Yang Sama Untuk Mencapai Tingkat Kesucian Bodhi Yang Tertinggi.

Untuk Menyatakan Berlindung Kepada Buddha Amitabha, Kita Mengucapkan 3X :
“NAMO AMITABHA SAMMA SAMBUDDHAYA !”

KHOTBAH BUDDHA SAKYAMUNI TENTANG : 10 PERBUATAN KEBAIKAN “ DASA KAUSALYA KARMA SUTRA ”

“ Umat Manusia Harus Ingat Bahwa Perbuatannya Menentukan Nasibnya, Apabila Dulu Pernah Berbuat Kesalahan Dapat Ditebus Dengan Berbuat Kebaikan ”.

10.jpgSang Buddha Sakyamuni Bersabda : “Apabila para umat manusia bersedia Melatih Diri dengan berpedoman pada 10 PERBUATAN KEBAIKAN ini akan mencapai tingkat bathin seperti Para Buddha.”

Bila seseorang dapat melepaskan diri dari pembunuhan, Ia akan memperoleh 10 macam pahala untuk membebaskan dirinya dari segala kegelisahan bathin, yaitu :

  1. Beliau dapat memberi rasa aman dan nyaman kepada semua makhluk hidup.
  2. Beliau selalu bersifat welas asih dan menaruh rasa sayang terhadap semua makhluk hidup.
  3. Selama-lamanya beliau tidak akan memiliki sifat dendam, dengki ataupun benci terhadap semua makhluk hidup.
  4. Beliau akan memiliki badan yang sehat walafiat.
  5. Beliau akan memperoleh umur yang panjang.
  6. Beliau akan selalu dijaga oleh para makhluk suci pelindung Dharma.
  7. Beliau selalu dapat tidur dengan nyenyak dan tidak pernah bermimpi buruk.
  8. Beliau dapat menghapus semua perasaan dendam ataupun permusuhan dengan semua makhluk hidup.
  9. Beliau tidak akan pernah berjumpa dengan kejahatan - kejahatan yang menakutkan.
  10. Setelah meninggal dunia, beliau akan lahir di alam surga.

Akibat dari membunuh makhluk hidup, seseorang harus menerima 10 macam kegelisahan bathin, yaitu :

  1. Para makhluk hidup merasa takut melihatnya.
  2. Para makhluk hidup selalu berniat untuk mencelakainya.
  3. Sulit menghilangkan sifat kebencian dan perasaan dendam di dalam hatinya.
  4. Badan selalu menderita sakit-sakitan.
  5. Berumur pendek.
  6. Selalu diganggu oleh makhluk halus atau setan.
  7. Tidur tidak nyenyak dan selalu mengalami mimpi buruk.
  8. Para makhluk hidup menaruh rasa dendam terhadapnya.
  9. Ada saja tindakan atau perbuatan kejahatan yang datang menakutinya.
  10. Setelah meninggal dunia, dia akan jatuh ke alam neraka.

Bila seseorang dapat menjauhi pencurian, maka Ia akan memperoleh 10 macam kebajikan dan keselamatan, yaitu :

  1. Memiliki harta benda, terhindar dari bahaya perampokan, bencana banjir, kebakaran dan anak-anak kesayangannya tidak akan terpisah darinya.
  2. Disayangi atau disukai semua orang.
  3. Para makhluk hidup tidak mau mengganggunya.
  4. Dipuji oleh orang-orang dari segala penjuru.
  5. Tidak akan mengalami kegelisahan bathin atau kecemasan dan kekhawatiran.
  6. Nama baiknya tersebar dimana-mana.
  7. Dimanapun beliau berada selalu merasa aman dan nyaman.
  8. Harta, jiwa dan jabatan selalu aman dan tenteram serta memiliki kebijaksanaan dan fasih dalam berbicara.
  9. Bersifat dermawan.
  10. Setelah meninggal dunia, beliau akan lahir di alam Surga.

Akibat dari mencuri, seseorang harus menerima 10 macam hal yang tidak menyenangkan atau bencana, yaitu :

  1. Walaupun harta benda sudah terkumpul, selalu mengalami kasus perampokan atau tertimpa bencana banjir, kebakaran dan anak-anak kesayangannya akan terpisah darinya.
  2. Banyak orang tidak menyukainya.
  3. Selalu dianiaya orang.
  4. Orang-orang dari berbagai penjuru sering memakinya.
  5. Dalam hatinya selalu merasa gelisah dan takut dicelakai orang.
  6. Nama buruknya tersebar di mana-mana.
  7. Dimanapun berada selalu merasa tidak nyaman.
  8. Harta dan jiwanya tidak aman. Kepintaran dan keahliannya semua serba kurang.
  9. Tidak suka menderma.
  10. Setelah meninggal dunia, dia akan jatuh ke alam Neraka untuk menjalani hukuman atas perbuatan jahat yang telah dilakukannya.

Bila seseorang dapat melepaskan diri dari perzinahan atau perbuatan asusila, Ia akan memperoleh 4 macam berkah dan pujian, yaitu :

  1. Memiliki badan yang sehat.
  2. Semua umat manusia memberi pujian serta merasa bangga terhadapnya.
  3. Jarang terlibat pertengkaran dan keributan dengan siapapun.
  4. Suami-istri selalu akur dan setia.

Akibat dari perbuatan asusila atau perzinahan, seseorang harus menerima 4 macam keburukan dan celaan, yaitu :

  1. Memiliki anggota badan yang tidak sempurna atau cacat dan sering menderita sakit-sakitan.
  2. Selalu terlibat pertengkaran dan keributan.
  3. Tidak disukai oleh orang-orang di sekitarnya.
  4. Suami-istri selalu tidak akur dan tidak setia.

Sang Buddha bersabda :
“Hati-hatilah, hindarkan diri dari melihat para wanita, juga jangan bercakap-cakap ataupun ngobrol dengan mereka, bila hendak berbicara dengan mereka, hendaklah menggunakan pikiran dan pengertian yang benar ! Para umat yang berada di dunia yang penuh kekotoran ini seharusnya berprinsip bahwa dirinya bagaikan sekuntum bunga teratai yang tumbuh di kolam yang berlumpur, tetapi tidak ternoda oleh lumpur ! Anggaplah para wanita yang berusia lanjut sebagai ibu sendiri, yang lebih tua sebagai kakak sendiri, yang lebih muda sebagai adik sendiri dan yang kecil sebagai anak sendiri. Selalu berusaha untuk menyelamatkan dan membantu mereka, dengan berpikir demikian, maka pikiran-pikiran yang jahat akan lenyap.”

“Bagi mereka yang mengikuti Jalan Kebenaran, bagaikan seseorang yang mengenakan pakaian yang terbuat dari rumput kering, selama-lamanya harus menghindari api, maka itu para umat manusia harus selalu menjauhkan diri dari hawa nafsu dan keinginan-keinginan yang jahat / rendah.”

“Pernah ada seseorang yang selalu tidak dapat menahan nafsu birahinya dan dia ingin memotong alat kelaminnya. Daripada memotong alat kelamin, lebih baik memotong pikirannya yang KOTOR ! Pikiran laksana pemimpin atau komandan, bila dia berhenti, dengan sendirinya tidak ada lagi pengiringnya, bila pikiran sesat itu tidak dihentikan, apa gunanya memotong alat kelamin?”

Untuk itu Sang Buddha mengucapkan sebuah syair :
“Kehendak berasal dari keinginan, Keinginan berasal dari pikiran, Bila keinginan dan pikiran telah dapat dikendalikan dengan baik, maka tidak ada lagi nafsu dan perbuatan jahat.”

Bila seseorang dapat menjauhkan diri dari kebohongan, Ia akan memperoleh 8 macam pujian dan BERKAH dari alam Surga, yaitu :

  1. Mulut selalu suci bersih. Akar lidah pun wangi seperti bunga.
  2. Selalu dipercayai orang serta banyak orang merasa salut dan hormat kepadanya.
  3. Kata-katanya jujur dan nyata. Para Dewa dan Dewi di alam Surga pun menghormatinya.
  4. Selalu menggunakan kata-kata yang penuh dengan kasih sayang untuk menghibur para umat manusia yang menderita atau yang tertimpa kesusahan.
  5. Mendapat kebahagiaan, kegembiraan dan semua perbuatannya suci murni.
  6. Setiap kata yang diucapkan tidak pernah silap, dan di dalam hatinya selalu merasa bahagia.
  7. Setiap kata yang diucapkan sangat dihormati orang. Para Dewa baik di Langit dan di Bumi pun menjunjungnya.
  8. Pengetahuan dan kebijaksanaannya luar biasa. Tak ada yang bisa menandinginya.

Akibat dari berbohong, seseorang harus menerima 8 macam cemoohan dari langit dan bumi, yaitu :

  1. Mulut selalu tidak bersih. Akar lidahpun sering mengeluarkan uap yang bau busuk.
  2. Tidak disukai oleh umat manusia.
  3. Perkataannya tidak dapat dipercaya dan tidak dihormati orang.
  4. Selalu menggunakan kata-kata yang kasar untuk memarahi dan mencelakai umat manusia.
  5. Tidak pernah merasa bahagia, perbuatan, perkataan dan pikirannya tidak murni.
  6. Selalu salah dalam berbicara dan di dalam hatinya selalu merasa susah dan gelisah.
  7. Perkataan yang diucapkannya bersifat angkuh. Kebanyakan orang tidak bersedia mengikutinya.
  8. Pengetahuan serta kebijaksanaannya sangat rendah.

Sang Buddha bersabda dalam KITAB SUCI 42 BAGIAN:
“Bagaikan seorang tukang besi yang menempa besi, beliau membuang ampas dan tahi besi, akhirnya jadilah sebuah alat. Begitu pula seorang siswa yang belajar Dharma, membuang kekotoran-kekotoran pikiran serta kebohongan dan akhirnya perbuatan dan perkataannya menjadi suci dan bersih.”

“UMAT MANUSIA HARUS MENGETAHUI BAHWA SEMUA PENDERITAAN MANUSIA ADALAH HASIL DARI PIKIRANNYA, PERKATAANNYA DAN PERBUATANNYA, MAKA ITU BINALAH PIKIRAN, PERKATAAN DAN PERBUATAN DENGAN BAIK-BAIK, SEHINGGA SEMUANYA AKAN MENJADI BAIK.”

Bila seseorang dapat menjauhkan diri dari PERKATAAN Yang Tidak Benar, Tidak Bermuka Dua, maka Ia akan memperoleh 5 macam berkah, yaitu:

  1. Memiliki jasmani yang sempurna. Tidak akan dicelakai orang.
  2. Mendapat sanak keluarga yang baik. Tidak ada orang yang dapat merusak rumah tangganya.
  3. Mendapat kepercayaan dari masyarakat serta usaha yang dijalankannya selalu berjalan dengan baik dan lancar.
  4. Memperoleh ajaran kebenaran dan memiliki keyakinan yang teguh.
  5. Memiliki para guru atau teman yang bijaksana dan yang berpengetahuan luas yang tidak memberi pujian palsu.

12.jpgAkibat dari mengucapkan Perkataan yang Tidak Benar atau bermuka dua, maka Ia harus menerima 5 macam hal yang merusak kehidupannya, yaitu :

  1. Menderita cacat jasmani.
  2. Mendapat sanak keluarga yang tidak baik. Keluarganya selalu dihasut atau dirasuki orang.
  3. Tidak mendapat kepercayaan dari orang-orang. Berusaha apapun sering mendapat halangan.
  4. Mendapat ajaran sesat. Tidak berhasil dalam melatih diri untuk mencapai tingkat kesucian.
  5. Mendapat guru atau teman yang jahat yang selalu memberi pujian yang palsu.

Sang Buddha bersabda :
“Umat Manusia hendaklah melakukan 10 macam perbuatan yang disebut KEBAIKAN, dan janganlah sekalipun melakukan 10 macam perbuatan yang disebut KEJAHATAN.”

Apakah kesepuluh macam perbuatan jahat itu ? Yaitu : tiga macam yang dilakukan oleh badan jasmani, empat macam yang dilakukan oleh mulut dan tiga macam yang dilakukan oleh pikiran. Tiga macam yang dilakukan oleh badan jasmani adalah : membunuh, mencuri dan berzinah. Empat macam yang dilakukan oleh mulut adalah : mengadu-domba, mencaci-maki, berbohong dan berbicara sesuatu yang tidak bermanfaat. Tiga macam yang dilakukan oleh pikiran adalah : iri hati, marah, dan kebodohan.

Kesepuluh perbuatan jahat ini bertentangan dengan Jalan Mulia, maka itu disebut 10 Macam Perbuatan Jahat. Bila seseorang dapat menjauhkan diri atau menghentikan sepuluh macam perbuatan jahat ini, maka dia telah melakukan 10 MACAM PERBUATAN BAIK.”

Bila seseorang dapat menjauhkan diri dari ucapan kasar atau ucapan jahat, maka Ia memperoleh 8 macam kebaikan:

  1. Perkataan yang diucapkannya selalu tepat.
  2. Perkataan yang diucapkannya selalu bermanfaat bagi orang lain.
  3. Perkataannya sesuai dengan kebenaran.
  4. Perkataan yang diucapkannya selalu bersifat sopan.
  5. Perkataannya dapat diterima orang.
  6. Perkataan yang diucapkannya mengandung kepercayaan penuh.
  7. Perkataannya tidak mengandung sindiran.
  8. Perkataan yang diucapkannya menggembirakan hati orang.

Akibat dari berkata kasar atau mengucapkan ucapan jahat, seseorang harus menerima 8 macam keburukan, yaitu :

  1. Perkataan yang diucapkannya selalu terbalik dengan fakta.
  2. Perkataan yang diucapkannya tidak menguntungkan orang.
  3. Perkataan yang diucapkannya tidak sesuai dengan kebenaran.
  4. Perkataan yang diucapkannya tidak memakai kata yang sopan.
  5. Perkataan yang diucapkannya sulit diterima orang.
  6. Perkataan yang diucapkannya tidak dapat dipercayai orang.
  7. Perkataan yang diucapkannya kebanyakan bersifat sindiran.
  8. Perkataan yang diucapkannya tidak menyenangkan hati orang.

Sang Buddha bersabda :
“Orang yang dibelenggu oleh nafsu keinginan rendah adalah orang yang belum melihat Jalan Kebenaran. Bagaikan kolam air jernih yang diaduk dengan tangan, walaupun banyak orang yang berada disana, tetapi tidak seorangpun yang dapat melihat bayangan dari wajah mereka dengan jelas. Oleh karena itu orang yang dipengaruhi oleh nafsu keinginan rendah, pikirannya keruh, tidak akan dapat melihat atau menemukan Jalan Kebenaran. Wahai para umat manusia! Hendaknya JAUHKANLAH DIRI KALIAN DARI NAFSU KEINGINAN YANG RENDAH ! Bila kekotoran nafsu keinginan rendah telah dapat dihentikan, DAPATLAH KALIAN MENEMUKAN JALAN KEBENARAN.”

“Umat manusia suka menuruti nafsu keinginannya untuk mencari harta dan nama, namun setelah hartanya terkumpul dan namanya dikenal, akhirnya dia meninggal dunia. Orang yang rakus akan HARTA dan NAMA, dan tidak pernah mencari Jalan menuju kesadaran, hanyalah menyia-nyiakan tenaga, waktu dan menyibukkan dirinya dengan percuma. Bagaikan dupa yang dibakar, walaupun wangi namun akhirnya habis terbakar menjadi abu. Demikianlah api serakah yang akan membakar dirinya.”

Bila seseorang sanggup menjauhkan diri dari perkataan yang tidak bermanfaat, Ia memperoleh 3 macam berkah :

  1. Pasti disayangi oleh orang-orang yang berpengetahuan.
  2. Pasti mendapat pengetahuan kebijaksanaan. Mendapat jawaban yang benar terhadap pertanyaan yang ditanyakan.
  3. Memiliki wibawa, selalu dipuji oleh para Dewa yang berada di alam Surga. Tidak memiliki pikiran khayalan (ilusi).

Akibat dari mengucapkan perkataan yang tidak bermanfaat, harus menerima 3 macam ketidakpastian, yaitu :

  1. Pasti dicela oleh orang-orang yang berpengetahuan.
  2. Pasti sulit mendapat pengetahuan kebijaksanaan. Selalu mendapat jawaban yang tidak benar terhadap sesuatu hal yang ingin diketahui.
  3. Sulit mendapat pujian dari para Dewa di langit. Sering memiliki khayalan palsu atau ilusi.

Sang Buddha bersabda : “Umat manusia mempunyai 20 kesukaran atau kesulitan, yaitu :

  1. Sukar melaksanakan dana paramita bagi orang yang tidak mampu.
  2. Sukar mempelajari Dharma bagi orang kaya.
  3. Sukar mengorbankan jiwa bila diperlukan.
  4. Sukar memperoleh kesempatan mempelajari Sutra / Dharma.
  5. Sukar untuk dapat lahir dalam lingkungan Buddhis dan sulit bertemu dengan Sang Buddha walaupun ketika Beliau masih berada di dunia.
  6. Sukar untuk menahan nafsu keinginan.
  7. Sukar untuk tidak merasa tertarik ketika melihat sesuatu wujud atau benda yang menarik.
  8. Sukar untuk tidak marah bila dihina.
  9. Sukar untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan.
  10. Sukar tidak terpengaruh secara pikiran bila menghadapi masalah.
  11. Sukar mempelajari Dharma secara mendalam.
  12. Sukar untuk melenyapkan kesombongan dan keangkuhan.
  13. Sukar untuk tidak memandang rendah kepada orang yang miskin, yang tidak berpendidikan atau yang tidak terlatih.
  14. Sukar untuk menganggap bahwa semua manusia adalah sama rata.
  15. Sukar untuk tidak mencela sewaktu menghadapi sesuatu masalah.
  16. Sukar bertemu dengan orang yang arif dan bijaksana.
  17. Sukar mengenal diri sendiri dan mempelajari Dharma.
  18. Sukar untuk menyadarkan orang lain.
  19. Sukar untuk tidak dipengaruhi oleh wujud dan keadaan.
  20. Sukar untuk menerangkan Dharma dengan cara yang praktis.”

13.jpgBila seseorang dapat menjauhkan diri dari keserakahan, Ia akan memperoleh 5 macam kebahagiaan , yaitu :

  1. Mendapat kebahagiaan dalam perbuatan, perkataan, dan pikiran serta berbadan sehat.
  2. Harta benda yang dimiliki tetap dalam keadaan aman.
  3. Rezeki tetap ada. Tidak kekurangan sesuatu apapun.
  4. Kedudukan tetap ada. Usaha berjalan lancar.
  5. Hasil kerja yang diperoleh melebihi dari yang diharapkan.

Akibat dari keserakahan, seseorang harus menerima 5 macam kegelisahan batin, yaitu :

  1. Tidak mendapat ketenangan dalam perbuatan, perkataan dan pikiran.
  2. Harta benda tidak aman, bisa dijarah orang.
  3. Rezeki tidak tetap. Kebutuhan hidup selalu tidak mencukupi.
  4. Kedudukan atau jabatan tidak tetap. Apa yang diinginkan selalu tidak tercapai.
  5. Hasil kerja tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Sang Buddha bersabda :
“Bila seseorang telah melakukan kesalahan dan tidak merasa menyesal atau tidak segera menghentikan pikiran jahatnya, maka akibat-akibat buruk dari kejahatan itu akan berkumpul pada dirinya, bagaikan air yang mengalir ke laut, semakin hari semakin luas dan dalam. Bila seseorang telah berbuat kesalahan dan mengetahui kesalahannya lalu memperbaikinya, maka akibat buruk dari kejahatan itu akan lenyap, bagaikan orang sakit setelah mengeluarkan keringat, penyakitnya akan berangsur-angsur sembuh.”

“Seorang yang jahat bila mendengar hal yang baik ia akan datang mengganggu, maka itu kalian harus bersikap tenang, jangan terpancing oleh emosi untuk menegurnya. Orang yang berbuat keonaran dan kejahatan akan menerima akibatnya sendiri.”

“Bila anda mencaci-maki seorang suci dan orang suci itu tidak menghiraukan anda. Pada akhirnya akibat dari perbuatan anda tersebut akan menimpa diri anda sendiri, bagaikan suara yang terpantul kembali dan bagaikan bayang-bayang yang mengikuti badan, yang tak pernah lepas. Oleh karena itu berhati-hatilah, janganlah berbuat kejahatan.”

14.jpgBila seseorang dapat menjauhkan diri dari kebencian, maka Ia akan menerima 8 macam kegembiraan, yaitu :

  1. Bebas dari penyakit tekanan bathin atau stress.
  2. Tidak ada perasaan membenci di dalam hati.
  3. Tidak ada perasaan pertengkaran di dalam hati.
  4. Hati selalu bersifat lembut dan jujur.
  5. Memiliki hati yang sangat pengasih dan penyayang.
  6. Selalu berbuat untuk kebaikan orang banyak.
  7. Muka berwibawa dan dihormati semua orang.
  8. Bersifat penyabar. Kelak setelah meninggalkan dunia ini, dia akan lahir di alam Brahma.

Akibat dari sifat kebencian, seseorang harus menerima 8 macam hal yang tidak menggembirakan, yaitu :

  1. Pikiran selalu dalam kegelisahan.
  2. Hati selalu penuh kebencian.
  3. Dalam hati selalu timbul perasaan ingin bertengkar.
  4. Berkelakuan kasar dan kejam.
  5. Selalu timbul niat jahat untuk mencelakai orang.
  6. Tidak bersedia berbuat hal yang bermanfaat.
  7. Raut wajah tidak berwibawa dan tidak dihormati orang.
  8. Berkelakuan kasar dan kejam dan setelah meninggal dunia, dengan segera akan jatuh ke alam Neraka.

Sang Buddha bersabda :
“Dengan mensucikan pikiran serta bertekad untuk maju, seseorang dapat MENEMUKAN JALAN KEBENARAN. Bagaikan membersihkan sebuah cermin, setelah debunya bersih, maka jernihlah cerminnya, dengan melenyapkan nafsu dan tiada yang diinginkan lagi. Dapatlah seseorang mengetahui masa kehidupannya yang lalu.”

“DAPAT MENAHAN PENGHINAAN itulah yang disebut KEKUATAN YANG TERBESAR. Orang yang tidak memiliki rasa dendam, dan tetap bersikap tenang serta sabar dan dapat menahan penghinaan akan dihormati orang. Bila kekotoran batin seseorang telah lenyap seluruhnya dan batinnya telah menjadi suci dan tiada lagi bernoda, itulah yang disebut PALING TERANG. Dari sebelum bumi ini ada sampai hari ini, segala sesuatu yang berada di sepuluh penjuru alam semesta, tidak ada yang tidak dapat dilihat oleh orang yang telah TERANG, tidak ada yang tidak diketahuinya, tidak ada yang tidak didengar olehnya, beliau mengetahui segala-galanya, maka itu, beliau dapat disebut TERANG YANG SEJATI.”

Bila seseorang dapat meninggalkan pandangan keliru atau sesat, Ia akan memperoleh 10 macam berkah keberhasilan dari 10 kebajikan, yaitu :

  1. Beliau akan memperoleh ketenangan pikiran dan teman-teman yang bijaksana.
  2. Beliau akan selamanya percaya pada hukum sebab akibat, dan beliau akan beranggapan lebih baik kehilangan nyawa daripada berbuat jahat.
  3. Beliau berlindung kepada Buddha, tidak kepada yang lain.
  4. Beliau memiliki pandangan yang benar, dan selama-lamanya akan meninggalkan pandangan keragu-raguan.
  5. Beliau selama-lamanya terlahir di alam manusia atau alam para dewata dan tidak akan pernah terjatuh ke alam rendah.
  6. Berkah dari kebahagiaan dan kebijaksanaan yang tak terhingga akan terus bertambah.
  7. Beliau akan selama-lamanya meninggalkan jalan yang salah dan hanya mengikuti Ariya Marga, yaitu : jalan kesucian.
  8. Pandangan keliru tentang 'Sang Aku' (Sakkayaditthi) tidak akan pernah timbul, dan beliau dapat meninggalkan segala macam perbuatan jahat ataupun perbuatan egois, yang hanya mementingkan diri sendiri.
  9. Beliau akan selama-lamanya berpegang teguh di dalam pengertian yang benar.
  10. Beliau tidak akan pernah terjatuh ke dalam keadaan yang tidak menyenangkan atau yang menyedihkan.

Sang Buddha bersabda :
“Para siswa-Ku, walaupun engkau jauh dari diri- Ku, namun bila engkau selalu ingat kepada 10 KEBAIKAN atau 10 SILA ini dan MELAKSANAKAN-nya dengan baik, secara pasti kamu akan memperoleh hasil yang SANGAT LUAR BIASA. Mereka yang selalu berada di samping-Ku, walaupun selalu melihat Aku, namun jika tidak melaksanakan KEBAIKAN atau MENJALANKAN SILA dengan baik, akan selamalamanya sukar untuk memperoleh hasil.”

“Orang yang mempelajari Buddha Dharma, harus merasa yakin terhadap semua yang dikatakan oleh Sang Buddha dan melaksanakannya. Bagaikan madu, manis di bagian pinggir maupun di bagian tengahnya, manis secara menyeluruh, demikian juga DHARMA AJARAN DARI SANG BUDDHA BERMANFAAT BAGI SEMUA MAKHLUK HIDUP DARI AWAL SAMPAI AKHIR.”

KHOTBAH BUDDHA SAKYAMUNI TENTANG PERBUATAN LUHUR DAN KEKUATAN GAIB DARI SANG BODHISATTVA AVALOKITESVARA “ KUAN SHE YIN PHU SA ” (SADDHARMA PUNDARIKA SUTRA)

15A.jpgSang Buddha Bersabda : “Jika terdapat ratusan ribu koti ( 1 koti = 10 juta ) makhluk hidup yang menderita duka nestapa, apabila dapat mendengar nama BODHISATTVA AVALOKITESVARA dan dengan sepenuh hati memuja dan berdoa kepadaNya dengan menyebut : “ NAMO AVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA ” atau “NAMO KUAN SHE YIN PHU SA” maka Bodhisattva AVALOKITESVARA dengan segera akan datang membebaskan mereka dari semua penderitaan.”

15B.jpg“Jika para umat manusia terjebak dalam kobaran api dan dengan sepenuh hati mereka berdoa dengan menyebut: “NAMO AVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA”, atau “NAMO KUAN SHE YIN PHU SA”, maka kobaran api tersebut tidak dapat membakar atau melukai mereka. Semua ini berkat kekuatan gaib yang menakjubkan dari BODHISATTVA AVALOKITESVARA.”

15C.jpg“Jika para umat manusia terhanyut oleh banjir atau terbawa oleh arus yang deras, dengan menyebut “NAMO AVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA”, atau “NAMO KUAN SHE YIN PHU SA” dengan konsentrasi penuh, maka orang tersebut akan ditolong dan segera mencapai tempat yang dangkal. Inilah kekuatan suci dari BODHISATTVA AVALOKITESVARA”

16A.jpg“Jika terdapat umat manusia yang mencari emas, perak, koral, mutiara dan harta karun lainnya dengan mengarungi samudra, bila badai menerjang kapal mereka dan mereka terdampar di negeri raksasa atau negeri setan, jika di antara mereka terdapat seseorang yang dengan sepenuh hati menyebut “NAMO AVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA”, atau “ NAMO KUAN SHE YIN PHU SA ”, maka mereka semuanya akan diselamatkan dari cengkraman raksasa atau setan tersebut.”

16B.jpg“Apabila terdapat umat manusia yang sedang dianiaya atau akan dibunuh oleh setan ataupun penjahat, jika orang tersebut menyebut “NAMO AVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA”, maka pisau yang dipegang oleh setan ataupun para penjahat akan patah atau hancur berkeping-keping dan sang umat akan bebas dari segala bahaya. Itulah sebabnya Beliau dinamakan “BODHISATTVA AVALOKITESVARA” atau “KUAN SHE YIN PHU SA”.

16C.jpg“Apabila alam semesta atau daerah tempat tinggal dari para umat manusia dipenuhi oleh para Yaksa dan Raksasa yang datang menganggu, begitu mereka mendengar ada umat manusia yang berdoa dengan menyebut “NAMO AVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA”, atau “ NAMO KUAN SHE YIN PHU SA”, maka para Yaksa atau Raksasa tersebut tidak akan berani mencelakai para umat manusia tersebut.”

16D.jpg“Dan apabila terdapat para umat manusia yang bersalah atau tidak bersalah, yang dibelenggu dengan rantai yang mengikat badannya, jika orang tersebut bersedia BERTOBAT dan dengan sepenuh hati BERDOA dengan menyebut “NAMO AVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA”, atau “ NAMO KUAN SHE YIN PHU SA ”, dengan sepenuh hati, maka belenggu di badannya akan terputus dan orang itu akan mendapat kebebasan.”

17A.jpg“Apabila suatu tempat dipenuhi oleh para perampok atau penjahat dan ada seorang pemimpin dari para pedagang yang membawa barang-barang dagang atau permata-permata berharga melewati jalan yang berbahaya tersebut memberitahu kepada para pedagang untuk dengan sepenuh hati berdoa dengan menyebut “NAMO AVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA”, atau “NAMO KUAN SHE YIN PHU SA”, maka terbebaslah mereka dari mara bahaya perampokan.”

17B.jpg“Jika para umat manusia senantiasa diliputi oleh nafsu birahi, dendam, amarah, kebencian, ataupun kebodohan bathin, apabila mereka dengan tekun dan penuh hormat berdoa kepada BODHISATTVA AVALOKITESVARA / KUAN SHE YIN PHU SA, dengan menyebut “NAMO KUAN SHE YIN PHU SA”, maka mereka semua akan terbebas dari nafsu birahi, dendam, amarah, kebencian dan kebodohannya serta memperoleh kebijaksanaan, WELAS ASIH dan CINTA KASIH YANG UNIVERSAL terhadap semua makhluk hidup.

17C.jpg“Bila terdapat seorang wanita yang ingin melahirkan seorang putra ataupun seorang putri, maka dengan selalu bersujud memuja kepada BODHISATTVA AVALOKITESVARA dan berdoa dengan menyebut : “NAMO AVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA” atau “NAMO KUAN SHE YIN PHU SA”, maka sang umat akan melahirkan seorang putra yang penuh kebajikan dan bijaksana atau seorang putri yang cantik dan bijaksana dan karena putra dan putri ini memiliki AKAR KEBAJIKAN dari kehidupan yang lampau, maka semua orang yang melihatnya akan MENGHORMATINYA dan MENYAYANGINYA.”

18.jpg“Jika terdapat para umat manusia yang dengan TEKUN MEMUJA atau BERDOA kepada BODHISATTVA AVALOKITESVARA, maka puja-bhaktinya tidak akan sia-sia. Oleh karena itu, para umat manusia seharusnya selalu BERSUJUD MEMUJANYA dan memuliakan nama dari BODHISATTVA AVALOKITESVARA. Bagi para umat manusia yang selalu memuliakan nama BODHISATTVA AVALOKITESVARA atau berdoa dengan menyebut “NAMO KUAN SHE YIN PHU SA” akan mendapat MANFAAT BERKAH KARUNIA yang TAK TERHINGGA dan YANG TAK TERBATAS ! ”

Untuk Menenangkan Pikiran atau Hati yang sedang Putus Asa, Kacau, Bingung, Cemas, Khawatir ataupun Sedih, bacalah : MANTRA HATI “心咒 / xīn zhòu ” ini : “ GATE GATE, PARA GATE, PARA SANGATE BODHI SVAHA ! ”

“Apabila terdapat para umat manusia yang mendapat kesempatan mendengar SUTRA TENTANG PERBUATAN LUHUR DARI BODHISATTVA AVALOKITESVARA serta KEKUATAN GAIB YANG MENAKJUBKAN DARI BODHISATTVA AVALOKITESVARA ini, maka dapatlah diketahui bahwa JASA dan PAHALA dari perbuatan kebajikan yang dimiliki oleh sang umat  ersebut tidaklah sedikit.”

Sang Buddha Berpesan :

“Para putra dan putri yang budiman, BACALAH, SALINLAH atau CETAKLAH kitab suci Dharma ini untuk dibagikan kepada semua umat manusia agar para umat manusia mengetahui NIAT SUCI dan KEKUATAN GAIB dari SANG BODHISATTVA AVALOKITESVARA, sehingga apabila para umat manusia tertimpa musibah atau dilanda duka derita, mereka dapat memuliakan nama BODHISATTVA AVALOKITESVARA dengan menyebut “NAMO KUAN SHE YIN PHU SA.” (南無 / 'Namo' artinya menyatakan berlindung; / 'kuan' artinya melihat; / 'she' artinya dunia; / 'yin' artinya suara. “BODHISATTVA AVALOKITESVARA” atau “KUAN SHE YIN PHU SA” adalah seorang Bodhisattva yang selalu MELIHAT dan MENDENGAR segala KELUH KESAH DARI PENDERITAAN yang dialami oleh semua makhluk hidup di alam semesta. Dengan menyebut “NAMO KUAN SHE YIN PHU SA”, maka Sang Bodhisattva akan datang menolongnya dan semua PENDERITAAN dari makhluk hidup akan segera TERBEBASKAN.

Para umat manusia yang bersedia menyebarkan SUTRA atau KITAB SUCI ini akan memperoleh JASA dan PAHALA YANG SANGAT LUAR BIASA. Rajin-rajinlah melaksanakannya ! ”

Untuk Menyatakan Berlindung Kepada Bodhisattva Avalokitesvara, Marilah Kita Bersama-sama Mengucapkan 3X :

“ NAMO AVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA ”

KHOTBAH BUDDHA SAKYAMUNI TENTANG PAHALA YANG DITERIMA OLEH ORANG YANG MELEPASKAN MAKHLUK HIDUP( 放生/ fàng shēng )

19A.jpg19B.jpgSang Buddha Bersabda : “Para putra dan putri yang budiman yang dengan WELAS ASIH berbuat kebajikan dengan MELEPASKAN MAKHLUK HIDUP KE ALAM BEBAS akan memperoleh BERKAH : nama baik, kedudukan dan rezeki yang berlimpah serta umur yang panjang dan hidup sehat walafiat, dan akan lebih baik lagi apabila para umat manusia sebelum melepaskan hewan tersebut ke alam bebas, membacakan NAMA-NAMA DARI PARA BUDDHA : “ NAMO PAU SEN JU LAI dan NAMO PAU CHI JU LAI ” dan DOA TRISARANA untuk menyatakan berlindung kepada TRIRATNA, yaitu : “NAMO BUDDHAYA, NAMO DHARMAYA, NAMO SANGHAYA” sebanyak 3X atau 10X kepada mereka, agar para makhluk yang lahir di alam hewan ini, kelak setelah berakhirnya kehidupan ini, MEMILIKI JODOH DENGAN PARA BUDDHA serta bersedia MELAKUKAN KEBAJIKAN seperti yang diajarkan oleh para Buddha dan DAPAT LAHIR DI ALAM BUDDHA.”

19C.jpg19D.jpg“Bagi para umat manusia yang selalu MELEPASKAN MAKHLUK HIDUP KE ALAM BEBAS berarti telah menolong nyawa dari para makhluk hidup, maka itu mereka akan memperoleh PAHALA untuk memiliki orang tua yang sehat walafiat, murah rezeki dan hidup bahagia dan setelah berakhirnya kehidupan di dunia ini mendapat BERKAH untuk LAHIR DI ALAM SURGA.”

20A.jpg20B.jpg“Para Buddha dan Bodhisattva selalu memberi nasehat kepada umat manusia, bahkan melalui mimpi, yaitu menasehati umat manusia untuk berbuat kebajikan, yaitu : MELEPASKAN MAKHLUK HIDUP KE ALAM BEBAS, dan bagi umat manusia yang bersedia melakukannya akan memperoleh : umur yang panjang, kehidupan yang bahagia dan rezeki yang berlimpah, maka itu, para putra dan putri yang budiman, beritahulah kepada teman-teman untuk turut melepaskan makhluk hewan ke alam bebas.”

20C.jpg20D.jpgSang Buddha Bersabda :
“Para umat manusia yang selalu MELEPASKAN MAKHLUK HIDUP KE ALAM BEBAS akan mendapat BERKAH : bebas dari segala penyakit dan bencana atau malapetaka kecelakaan dan dapat meninggal dunia dalam keadaan yang tenang dan damai serta memperoleh PAHALA. MELEPASKAN MAKHLUK HIDUP KE ALAM BEBAS dapat MENGHAPUS atau MERINGANKAN DOSA-DOSA dan kesalahan-kesalahan terdahulu. Bagi para umat manusia yang bersedia melepaskan makhluk hidup ke alam bebas dan membacakan TRISARANA : NAMO BUDDHAYA, NAMO DHARMAYA, NAMO SANGHAYA ataupun Nama dari para Buddha dan Bodhisattva, seperti : “NAMO AMITABHA BUDDHAYA” dan “NAMO AVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA” sebanyak 10X kepada para makhluk hewan apapun, akan mendapat BERKAH LAHIR DI ALAM SURGA, maka itu, RAJIN-RAJINLAH MELAKSANAKANNYA, dan SEBARKANLAH KITAB DHARMA INI KEPADA UMAT MANUSIA agar mereka bersedia melepaskan makhluk hewan.”

INILAH AKIBAT YANG DITERIMA OLEH ORANG YANG MELAKUKAN PEMBUNUHAN ( 殺生 / shā shēng )

21A.jpg21B.jpgSang Buddha Bersabda : umat yang berbuat kesalahan atau kejahatan akan menerima akibatnya di kemudian hari, yaitu menerima berbagai hukuman KARMA yang setimpal. Apa sebabnya pada kehidupan ini seseorang berumur pendek ? Karena pada kehidupan yang lalu, dia membunuh makhluk hidup. Ini adalah hukuman karma yang bertalian, yang menentukan KEADAAN dari kehidupan manusia di dunia. Dalam SUTRA HUKUM KARMA tertulis : “Pada kehidupan yang lalu apabila seseorang membunuh makhluk hidup, maka pada kehidupan ini makhluk hidup itu akan membunuh orang tersebut. Akibat yang diterima dari perbuatan membunuh sangatlah mengerikan, maka itu, JANGANLAH SEKALIPUN MEMBUNUH MAKHLUK HIDUP APAPUN ! ”

21C.jpg21D.jpgDALAM SUTRA HUKUM KARMA TERTULIS : “Apabila hari ini kamu membunuh dia. Hari yang akan datang, dia yang akan membunuh kamu. Melanggar sila pembunuhan, hukum karmanya sangat berat serta sangat menakutkan. Apabila seseorang menebas makhluk hidup dengan pisau pada kehidupan ini, maka, pada kehidupan yang akan datang, ketika karma balasan itu matang, makhluk itu juga membalas kembali dengan penebasan pisau. Satu nyawa dibayar dengan satu nyawa, apabila umat manusia melakukan pembunuhan, maka akan terjadi KARMA saling bunuh-membunuh yang tiada habisnya, Maka itu TOLONG BERHENTILAH.”

22A.jpg22B.jpg“Bagi para umat manusia yang melanggar SILA PEMBUNUHAN, setelah selesai menjalani HUKUMAN di PENJARA ALAM NERAKA, akan dilahirkan kembali sebagai manusia yang berpenyakitan dan berumur pendek, serta meninggal secara tidak wajar atau  endadak, dari sini dapat dilihat bahwa AKIBAT KARMA DARI PEMBUNUHAN SANGATLAH MENGERIKAN!”

22C.jpg22D.jpgDALAM KSITIGARBHA SUTRA Sang Buddha Berpesan : “Semut biarpun kecil, dia juga termasuk makhluk hidup dalam 6 alam kehidupan. Semut juga adalah calon Buddha yang akan datang, maka itu jangan membunuhnya. Di samping itu, para umat manusia HARUSLAH INGAT : “Janganlah sekalipun memberi PERSEMBAHAN DAGING hasil dari pembunuhan makhluk hidup untuk dipersembahkan kepada para almarhum dari orang tua ataupun para leluhur, karena perbuatan ini akan menambah beban karma PEMBUNUHAN terhadap sang almarhum dan mereka akan dijatuhi hukuman yang sangat berat di alam baka.” Untuk menyelamatkan orang tua atau para leluhur di alam baka, para umat manusia dapat melakukan PERBUATAN YANG MULIA seperti : Menyumbang Kitab Suci Dharma, Melepaskan Makhluk Hidup ke alam bebas, Berdana kepada TRI RATNA, Membantu Makhluk Hidup yang Tertimpa Kesusahan dan Bervegetarian, kemudian berdoa untuk menyalurkan PAHALA ini kepada PARA ALMARHUM.”

BAGI PARA UMAT MANUSIA YANG MELEPASKAN HEWAN KE ALAM BEBAS AKAN MEMPEROLEH 20 JASA DAN PAHALA :

  1. Melepaskan hewan ke alam bebas adalah : MENOLONG NYAWA sendiri, MEMBAYAR HUTANG KARMA sendiri, MENOLONG diri sendiri YANG SEDANG DARURAT, BERSIFAT WELAS ASIH, perwujudan dari KESADARAN DIRI, MENGUMPULKAN PAHALA untuk diri sendiri, MEMBERI JALAN KELUAR kepada diri sendiri, MEROBAH NASIB sendiri, MELEPASKAN PERMUSUHAN terhadap semua makhluk hidup, MENGOBATI PENYAKIT sendiri, MENOLONG SANAK KELUARGA sendiri, MEMPERPANJANG UMUR sendiri, MENGUMPULKAN REZEKI untuk diri sendiri. MEMBANTU diri sendiri untuk DAPAT LAHIR di SUKHAVATI, ALAM SUCI BUDDHA AMITABHA.
  2. Para Buddha dan Bodhisattva selalu berpesan kepada umat manusia untuk  elepaskan hewan ke alam bebas. Bagi umat manusia yang bersedia melepaskan hewan ke alam bebas  erarti telah MENYELAMATKAN alam semesta dari BENCANA BESAR.
  3. Sang Buddha bersabda : “Semua makhluk hidup adalah calon Buddha, membunuh  akhluk hidup adalah membunuh calon Buddha, maka itu, mohon selamatkanlah dan lepaskan makhluk hidup demi menolong calon Buddha.”
  4. Pada masa berakhirnya Dharma, melepaskan hewan merupakan PERBUATAN BAIK YANG UTAMA.
  5. Dalam Sutra, Sang Buddha bersabda : “Apabila para putra dan putri yang budiman adalah PUTRA dan PUTRI dari PARA BUDDHA, haruslah dengan hati yang WELAS ASIH melepaskan hewan ke alam bebas.”
  6. Melepaskan hewan ke alam bebas adalah MENOLONG ORANG TUA dan ANAK SENDIRI.
  7. Melepaskan hewan ke alam bebas adalah MELEPASKAN DIRI DARI BENCANA atau KESULITAN BESAR.
  8. Melepaskan hewan ke alam bebas adalah MELATIH PIKIRAN sendiri untuk BERSIFAT WELAS ASIH.
  9. Melepaskan hewan ke alam bebas adalah KEBAJIKAN BESAR YANG DIPUJI LANGIT dan BUMI.
  10. Melepaskan hewan ke alam bebas adalah MEWUJUDKAN NIAT dari HATI BUDDHA.
  11. Melepaskan hewan ke alam bebas adalah perbuatan yang berasal DARI HATI YANG WELAS ASIH.
  12. Melepaskan hewan adalah wujud dari KETEGUHAN HATI UNTUK BERBUAT KEBAJIKAN.
  13. Dalam BHAISAJYAGURU BUDDHA SUTRA, Sang Buddha bersabda : “Untuk melenyapkan bencana atau malapetaka dan segala penyakit, haruslah melepaskan hewan ke alam bebas.”
  14. Untuk merobah HATI MANUSIA menjadi HATI BUDDHA haruslah melepaskan hewan ke alam bebas.
  15. Sewaktu melepaskannya haruslah membacakan NAMA BUDDHA, seperti menyebut : “NAMO PAU CHI JU LAI”, “NAMO PAU SEN JU LAI” dan mantra “OM MANI PADME HUM”, dan bacakan TRI SARANA (3 perlindungan) : “NAMO BUDDHAYA, NAMO DHARMAYA dan NAMO SANGHAYA” kepada para hewan yang akan dilepaskan.
  16. Melepaskan hewan berarti bersifat WELAS ASIH seperti Bodhisattva Avalokitesvara “KUAN SHE YIN PHU SA”.
  17. Melepaskan hewan akan memperoleh PAHALA YANG SANGAT BESAR, KEHIDUPAN YANG BAHAGIA, dan selama-lamanya memiliki BERKAH untuk mengikuti ajaran dari para Buddha dan kelak pasti akan menjadi Buddha.
  18. Melepaskan hewan adalah MENGHINDARKAN DIRI DARI MALAPETAKA mengalami KECELAKAAN.
  19. Melepaskan hewan ke alam bebas adalah PERBUATAN MULIA YANG PALING PENTING.
  20. Sang Buddha bersabda : “Apabila kamu menyelamatkan nyawa hewan yang akan dibunuh, kelak kamu akan diselamatkan oleh LANGIT pada saat meninggal dunia, maka itu rajin-rajinlah MELEPASKAN HEWAN ke habitatnya. ”

Dalam kitab suci Dharmapada, Sang Buddha bersabda : “Semua orang gemetar jika dihukum, semua orang takut akan kematian, nyawa sangatlah berharga bagi semua makhluk hidup. Ingatlah bahwa anda juga sama seperti mereka, maka itu HENDAKLAH SESEORANG JANGAN MEMBUNUH ATAU MENYURUH ORANG LAIN MEMBUNUH. Mereka yang mencari kebahagiaan tanpa menganiaya atau membunuh makhluk hidup yang juga menginginkan kebahagiaan akan memperoleh kebahagiaan SEJATI baik sewaktu hidup ataupun setelah meninggal dunia.”

MANFAAT DARI VEGETARIAN

Bhikshu Maha Thera “ 蓮池大師/ Lien Che Ta She” berpesan kepada semua Umat Manusia Agar Tidak Melakukan Pembunuhan Dan Harus Banyak Melakukan Kebajikan Dengan Melepaskan Makhluk Hidup Ke Alam Bebas Serta Menyayangi Semua Makhluk Hidup Sesama Penghuni Bumi Ini, Agar Semua Umat Manusia Dapat Hidup Tenang Dan Damai.

“ MARILAH KITA MEWUJUDKAN SURGA DI DUNIA INI DENGAN MELEPASKAN DAGING DARI PIRING MAKAN KITA ! ”

24.jpg


TAHUKAH KITA DARIMANA DAGING BERASAL ?

Pertanyaan diatas adalah sebuah pertanyaan yang sangat sederhana, tetapi pernahkah para umat manusia benar-benar memikirkannya ? Mungkin banyak orang hanya mengenal ayam goreng, bakso, hamburger, sate dan banyak hidangan-hidangan daging lainnya dalam bentuk yang sudah jadi yang mengugah selera di meja makan, tetapi pikirkanlah sekali lagi bahwa hidangan-hidangan daging itu dulunya adalah makhluk hidup yang harus menderita sejak dari kelahirannya sampai pada hari pembantaiannya. Lihatlah apa yang terjadi di peternakan-peternakan saat ini, lihatlah apa yang terjadi setiap harinya di rumah-rumah pemotongan hewan. Semua suara jeritan dari ketakutan, kesakitan dan penderitaan yang seharusnya tidak perlu terjadi itu terjadi, hanya untuk memuaskan nafsu lidah dari para umat manusia. Saat ini, dimana permintaan akan daging sapi sangatlah tinggi. Banyak peternakan-peternakan kecil telah diganti menjadi “pabrik-pabrik sapi” yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar. Sapi-sapi itu dirantai di sebuah bangsal yang besar dan diperlakukan seperti “Mesin penghasil susu” dan untuk meningkatkan hasil produksi, para peternak sapi menyuntik sapi-sapinya dengan hormon-hormon pertumbuhan sintesis, yang mana dapat meningkatkan resiko sapi-sapi tersebut untuk menderita mastitis, sebuah penyakit infeksi yang sangat menyakitkan.

Pada dasarnya sapi menghasilkan susu untuk tujuan yang sama seperti manusia, yaitu untuk : membesarkan anak-anak mereka. Namun yang terjadi pada saat ini, anak-anak sapi langsung diambil beberapa saat setelah mereka dilahirkan. Anak sapi betina langsung dimasukkan kedalam kelompok penghasil susu atau langsung dibunuh untuk mengambil rennet yang ada di dalam perut mereka (rennet digunakan untuk membuat keju) dan ketika susu yang dihasilkan oleh sapi mulai berkurang setelah 4 tahun, maka sapi itu langsung dibunuh untuk dijadikan burger. Bahkan di peternakan-peternakan kecil, anak sapi jantan yang tidak dibutuhkan lagi akan dijual ke peternakan penghasil daging sapi. Anak-anak sapi ini dibesarkan di dalam sebuah kandang yang sangat sempit dan gelap dengan leher dirantai. Bau amonia yang berasal dari kotoran mereka yang bertumpuk itu menyebar ke segala penjuru. Mereka bahkan tidak dapat berjalan atau melangkah, berputar ataupun berbaring. Mereka yatim piatu dan merasa sendirian, mereka menderita anemia, diarrhea, pneumonia, dan kelelahan tubuh. Hidup mereka dihabiskan sepenuhnya di kandang tersebut. Satu-satunya sinar matahari yang mereka lihat adalah pada saat mereka dalam perjalanan menuju ke rumah pemotongan hewan.

Ayam-ayam tidak bernasib lebih baik dari sapi. Untuk meningkatkan keuntungan, para peternak menyuntikkan berbagai obat dan hormon kedalam tubuh ayam, serta melakukan manipulasi genetik pada ayam. Akibatnya, banyak ayam-ayam menderita kesakitan dari kecacatan pada tulang belakang dan menderita pertumbuhan tulang yang tidak normal. Satu kandang kecil dimasukkan hingga tujuh sampai delapan ekor ayam; sayap mereka sudah tidak dapat digunakan lagi, kaki mereka tumbuh dengan tidak normal karena berdiri di atas dasar kandang yang miring dan berlubang. Sebuah bangsal diisi sampai mencapai 40.000 ekor ayam. Dalam suasana yang penuh sesak seperti ini, ayam-ayam menjadi stres, kemudian mereka melepaskan stresnya dengan saling mematuk dan melukai. Untuk mencegah adanya ayam yang terluka, maka para peternak memotong paruh dari ayam-ayam yang baru lahir dengan pisau yang dipanaskan. Perbuatan ini sangat menyakitkan mereka, sehingga banyak anak ayam yang mati seketika setelah dipotong paruhnya. Sedangkan beberapa lainnya mati karena kelaparan, mereka tidak dapat makan karena luka pada paruh mereka sehingga makan merupakan suatu proses yang menyakitkan bagi mereka, untuk meringankan penderitaan mereka, tolonglah sebarkanlah kitab suci ini dan memberitahu teman-teman untuk mengurangi makan daging.

Setiap tahunnya, peternak ayam petelur yang tidak membutuhkan ayam jantan membunuh jutaan anak ayam jantan dengan memasukkan mereka ke dalam mesin pengilingan atau membiarkan mereka mati lemas dalam sebuah kantong tanpa udara. Kambing, domba, ikan, babi dan masih banyak hewan ternak lainnya juga bernasib sama, bahkan ada yang lebih buruk lagi keadaanya bila dibandingkan dengan sapi maupun ayam, maka itu tolonglah, berhentilah menjadikan perut kita sebagai KUBURAN bagi hewan-hewan yang malang ini !

TANYA JAWAB SEPUTAR VEGETARIAN

T : Mengapa umat manusia harus vegetarian ?
J : Umat manusia bervegetarian karena kehendak dari sifat WELAS ASIH yang ada di dalam HATI NURANI umat manusia. Makan daging bertentangan dengan prinsip HUKUM ALAM, karena siapa pun tidak ingin dibunuh. Umat manusia sendiri tidak ingin dibunuh, umat manusia sendiri tidak ingin kecurian atau dipaksa. Makan daging berarti : karena kita ingin menyantap daging dari hewan itu, kita harus membunuhnya, maka sewaktu kita membunuhnya, maka secara tidak langsung kita telah memaksa roh dari hewan tersebut untuk meninggalkan tubuhnya. Perbuatan ini sangatlah kejam.

Apabila kita melakukan pembunuhan terhadap makhluk lain, kita telah bertindak berlawanan dengan hati nurani kita yang SUCI dan MULIA, dan hal ini akan membuat kita menderita. Ingat, setiap perbuatan yang bertentangan dengan hati nurani akan membuat umat manusia menderita. Kita tidak seharusnya memukul diri sendiri atau menusuk diri sendiri. Sama halnya, Kita TIDAK seharusnya membunuh makhluk hidup yang lain, karena hal itu bertentangan dengan prinsip kehidupan YANG ADIL dan DAMAI. Perbuatan itu akan membuat kita menderita, maka itu, janganlah kita melakukannya. Hal ini tidak dilakukan bukan berarti kita membatasi diri dalam segala hal, tetapi dengan tidak memakan daging, hal ini berarti kita telah mengembangkan CINTA KASIH secara universal. Jiwa kita tidak terbatas hanya menjaga jasmani kita, melainkan harus dikembangkan untuk mengasihi jiwa dari para hewan dan semua makhluk hidup. Hal inilah yang akan membuat kita menjadi LEBIH AGUNG, LEBIH MULIA, LEBIH BAHAGIA DAN DAMAI.

T : Sebagian penggemar makan daging berkata bahwa mereka MEMBELI DAGING dari si tukang jagal dan bukan mereka sendiri yang menyuruhnya membunuh, maka itu tidak menjadi masalah untuk memakannya. Apakah hal ini benar ?
J : Pemikiran seperti ini adalah suatu KESALAHAN YANG BESAR. Kita harus mengetahui bahwa tukang jagal membunuh HEWAN-HEWAN karena ada orang yang ingin memakannya atau membelinya.
Di dalam LANKAVATARA SUTRA, SANG BUDDHA BERSABDA : “Jika tidak ada orang yang makan daging, tidak akan terjadi pembunuhan, maka itu makan daging dan membunuh hewan sama-sama berdosa.” Akibat dari membunuh makhluk hidup, para umat manusia akan mengalami bencana alam, terserang wabah penyakit dan timbul peperangan. Semua BENCANA ini terjadi disebabkan terlalu BANYAK MELAKUKAN PEMBUNUHAN.

T : Dapatkah dijelaskan secara lebih mendetil tentang pola hidup VEGETARIAN dan bagaimana VEGETARIAN dapat bermanfaat bagi perdamaian dunia ?
J : Baiklah, Kita dapat melihat kebanyakan peperangan yang terjadi di dunia disebabkan oleh alasan ekonomi. Kesulitan ekonomi sebuah negara akan timbul dan menjadi semakin kritis ketika terjadi kelaparan atau kekurangan pangan atau pembagian pangan yang tidak merata di berbagai negara. Jika kita meluangkan waktu untuk membaca KORAN dan menyelidiki fakta tentang hal ini, kita akan mengetahui dengan jelas bahwa memelihara sapi dan ternak hewan untuk diambil dagingnya telah menyebabkan ekonomi suatu negara ambruk dalam berbagai segi dan mengakibatkan kelaparan di berbagai penjuru dunia, paling tidak di negara dunia ketiga (negara yang miskin). Hal ini telah dianalisa oleh para AHLI yang melakukan penyelidikan di bidang ini, kemudian mereka menulis sebuah buku mengenai hal ini.

Kita dapat melihat bahwa kita telah menghabiskan banyak sekali sumber pangan kita untuk dimakan oleh ternak. Kita mengetahui sebegitu banyak protein, obat-obatan, sumber air, sumber daya manusia, truk pengangkutan, pembangunan jalan, dan ratusan ribu hektar tanah yang harus dihabiskan untuk beternak sapi agar dapat dikonsumsi. Semua bahan makanan yang dipakai untuk beternak sapi sebenarnya dapat dibagikan secara merata kepada para penduduk di berbagai negara yang sedang menderita kelaparan untuk mengatasi masalah kelaparan. Apabila suatu negara memerlukan bahan pangan, mungkin negara itu akan menyerang negara lain demi mendapatkan pangan untuk menyelamatkan penduduk mereka. Kalau hal ini dibiarkan terjadi dalam jangka waktu yang panjang, akan menciptakan peperangan yang tiada hentinya. “Kita harus INGAT apa yang kita tanam itulah yang akan kita terima.” Jika kita membunuh demi mendapatkan makanan, kelak kita juga akan dibunuh untuk disantap, dalam bentuk makhluk hidup yang lain pada kehidupan berikutnya, Sungguh sayang umat manusia yang begitu pandai, beradab, tetapi… kebanyakan tidak mengetahui mengapa negara–negara tetangga kita menderita. Hal itu disebabkan oleh cita rasa, selera, dan perut kita. Demi memberi makanan dan memelihara seorang umat manusia, kita membunuh sebegitu banyak makhluk hidup, dan mengakibatkan sesama umat manusia menderita kelaparan, tentu saja perbuatan yang salah ini akan menurunkan tingkat kesadaran kita, dan di samping itu makan daging dapat menyebabkan kita menderita kanker, penyakit paru-paru (TBC), dan penyakit lainnya yang kebanyakan tidak dapat disembuhkan.

INGAT : TELUR ADALAH “NON VEGETARIAN”

Orang yang suka makan telur ayam dan telur bebek mengatakan : “ayam dan bebek yang dipelihara di kandang, telurnya boleh dimakan, karena ayam atau bebek yang jantan dan yang betina tidak hidup bersama, juga tidak ada yang mengeram telur mereka, sedangkan ayam yang dipelihara di kampung karena adanya percampuran antara yang jantan dan yang betina dan telurnya ditetaskan oleh induk ayam, maka telur ayam atau telur bebek yang berasal dari kampung tidak boleh dimakan.” Pendapat seperti ini SANGATLAH MENYESATKAN, sama sekali tidak benar !

DALAM KSITIGARBHA SUTRA, SANG BUDDHA MENGATAKAN : “Segala bentuk telur tidak boleh dimakan. Karena bentuk kelahiran dari makhluk hidup dibagi empat jenis, yaitu lahir : 1. melalui kandungan. 2. dalam bentuk telur. 3. dalam bentuk kelembaban. 4. dalam bentuk penjelmaan. Telur adalah sesuatu bentuk yang bernyawa. Setiap ada telur pasti di dalamnya telah terdapat satu nyawa makhluk hidup, maka itu dikatakan apabila kita makan sebutir telur, berarti kita telah memakan satu CALON makhluk hidup, artinya apabila kita makan sebutir telur, hal itu sudah sama seperti kita membunuh satu nyawa dari makhluk hidup ! ”

Menurut Para Dokter Kesehatan : Dengan memakan sebutir telur untuk sarapan setiap hari dapat meningkatkan level KOLESTEROL sampai 10 poin ! Sebenarnya tubuh manusia telah memproduksi kolesterol yang dibutuhkan untuk merawat syaraf dan membrane sel. Apabila ditambah lagi kolesterol dari luar, maka berpotensi untuk terjadi PENYUMBATAN PEMBULUH DARAH ARTERI dan PENYAKIT JANTUNG. Disamping itu telur juga merupakan pembawa virus Salmonella dan virus flu burung, yaitu penyakit hewan yang paling mematikan saat ini !

Apa yang terkandung dalam sebutir telur ?
- 213 miligram kolestrol; 75 kalori; 5 gr lemak dan 1.6 gram lemak jenuh

APAKAH ANDA BERPIKIR DAGING ADALAH MAKANAN YANG SEHAT ?

Flu burung merupakan WABAH PENYAKIT GLOBAL yang terkait dengan pola makan daging. Keadaan dari peternakan zaman sekarang sangat kacau dan padat, hewan-hewan dipaksa hidup berdesak-desakan tanpa bisa banyak bergerak, bau dari kotoran hewan tersebar kemana-mana. Udara yang bercampur dengan bau amonia yang berasal dari kotoran hewan menyesakkan paruparu dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Tidak mengherankan jika tempat-tempat seperti ini merupakan sumber terciptanya penyakit yang mematikan seperti penyakit kuku dan mulut, sapi gila, dan yang paling berbahaya saat ini adalah flu burung. Michael Leavitt, U.S. Healthy and Human Service Secretary menyebutkan bahwa flu burung akan menjadi “WABAH PENYAKIT GLOBAL”. Anda berkunjunglah ke peternakan-peternakan ayam dan anda akan memahaminya. Satu bangsal terisi puluhan ribu ekor ayam yang tidak pernah dikeluarkan dari kandangnya, ayam-ayam hidup bersama kotorannya yang bertumpuk karena jarang dibersihkan. Ketika satu ekor ayam sakit, penyakit tersebut akan dengan mudah menyebar ke seluruh populasi. Kondisi ini menjadikan peternakan menjadi suatu tempat yang sangat ideal untuk perkembangan dan evolusi bakteri-bakteri patogen.

Sebenarnya para peternak ayam telah mengetahui bahwa peternakan mereka adalah pusat perkembangbiakan dan evolusi dari berbagai penyakit hewan yang berbahaya. Karena itulah mereka menyuntik hewan ternak mereka dengan obat-obatan kimia dalam dosis yang sangat tinggi. Seekor ayam ternak disuntik antibiotik dalam jumlah tiga kali lipat lebih banyak dari seorang manusia, dan pada kenyataannya antibiotik seperti ini hanya efektif untuk sementara waktu, bahkan saat ini sudah tidak berguna lagi untuk menghadapi virus flu burung, bahkan penggunaan antivirus amantadine yang digunakan oleh peternak-peternak di Tiongkok telah membuat virus flu burung kebal terhadap obat-obatan ini, yang mana pada akhirnya obat-obatan ini tidak dapat lagi melindungi manusia.

Saat ini daging ikan juga mengalami kontaminasi parah dari berbagai bahan kimia beracun yang dihasilkan oleh umat manusia. Racun-racun ini telah diketahui sebagai penyebab kanker, kemunduran kecerdasan otak dan kontaminasi bakteri. Ikan-ikan hidup di air yang sangat terpolusi dan kotor, yang mana airnya tidak mungkin akan anda minum, tetapi anda tidak sadar bahwa setiap kali anda makan ikan, anda telah memasukkan racun-racun dari air tersebut ke dalam tubuh anda, yaitu bakteri, logam-logam berat dan pengontaminasi bahan kimia lainnya, karena tubuh ikan telah menyerap racun-racun yang ada pada tempat pemeliharaannya. Semakin tinggi posisi seekor ikan dalam rantai makanan, maka semakin beracun ikan tersebut jadinya, karena ikan-ikan yang besar (seperti tuna dan salmon) memakan ikan-ikan kecil dan mereka telah menyerap racun-racun yang ada di dalam tubuh ikan-ikan kecil. Racun yang paling banyak ditemukan adalah PCBs (polychlorinated biphenyls), yang mana dapat menyebabkan kerusakan hati, kelainan pada jaringan syaraf dan gangguan terhadap janin; dioksin menyebabkan penyakit kanker, ada lagi radioaktif, misalnya strontium 90; dan masih banyak logam-logam berbahaya seperti mercury, cadmium, chromium, lead dan arsenic, yang mana dapat menyebabkan gangguan-gangguan yang dimulai dari kerusakan pada ginjal manusia sampai pada gangguan perkembangan mental, dan YANG PALING FATAL adalah sekali dikonsumsi, racun- racun ini akan mengendap di dalam tubuh manusia sampai beberapa puluh tahun, maka itu, BERHENTILAH MAKAN DAGING HEWAN DEMI KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN ANDA. Dengan BERVEGETARIAN berarti kita telah berbuat KEBAJIKAN, yaitu mencegah Pengrusakan Lingkungan Hidup, Bencana Alam, Kelaparan dan Peperangan !

48 PETUNJUK DARI BUDDHA SAKYAMUNI

29.jpgSang Buddha Bersabda :

  1. “Sesungguhnya yang membuat umat manusia berbuat kesalahan dan menjadi bodoh atau menderita adalah nafsu keinginan dan kemelekatan yang kuat. Apabila seseorang bersedia membuang keinginan yang tanpa batas, kemelekatan dan hawa nafsunya, maka dia akan BEBAS LELUASA dan MENCAPAI KESUCIAN TERAGUNG.”
  2. “Jalan kebenaran sukar dijumpai, bagi umat manusia yang telah menemukan JALAN KEBENARAN (Dharma) haruslah membulatkan tekad untuk melaksanakanNya agar memperoleh HASIL YANG LUAR BIASA.”
  3. “Ketika umat manusia melihat orang lain berdana atau berbuat kebajikan, lalu memberi dorongan dan pujian agar orang itu dapat terus melakukan kebajikan, maka Sang umat akan memperoleh BERKAH YANG MAHA BESAR.”
  4. “Dengan mengikuti Jalan Kebenaran dan BERPEGANG TEGUH PADA HAL-HAL YANG BENAR, itulah KEBAIKAN. Bila cita-cita umat manusia sesuai dengan ajaran Dharma itulah KEBESARAN.”
  5. “Harta benda dan nafsu birahi sukar dilepaskan oleh umat manusia, padahal kedua hal ini bagaikan madu yang berada di mata pisau yang tajam, apabila umat manusia tidak berhati-hati, maka lidah umat manusia akan putus atau terluka.”
  6. “Orang yang terikat pada istri, anak serta harta benda, sesungguhnya penderitaan mereka melebihi orang yang berada di penjara, karena orang yang berada di penjara pada suatu hari akan dibebaskan, namun orang yang terikat pada wujud jasmani dan benda duniawi ini tidak akan bebas, walaupun berhadapan dengan maut, dia tidak gentar, dia rela walaupun harus terjerumus ke dalam lumpur, oleh sebab itu, dia disebut KAUM AWAM. Bilamana seseorang telah dapat melepaskan diri dari nafsu duniawi ini, dia disebut ARAHAT, yaitu orang yang telah bebas dari segala hawa nafsu atau keinginan terhadap wujud jasmani atau benda-benda duniawi serta kekotoran bathin, yaitu : kesombongan, kemarahan, keserakahan, nafsu birahi dan kemelekatan.”
  7. “Orang yang belajar Dharma bila tidak terganggu oleh keinginan-keinginan yang rendah (nafsu birahi), serta tidak tergoda oleh segala macam perbuatan yang sesat yang menguntungkan hanya sesaat, akan maju terus dengan ketekunannya, dan Aku (Buddha) pastikan pada akhirnya orang tersebut pasti akan mencapai pantai seberang (NIRVANA).”
  8. “Dari kemelekatan dan keinginan, timbullah kegelisahan. Dari kegelisahan timbullah rasa takut. Bilamana seseorang dapat meninggalkan kemelekatan dan keinginan, tiada lagi yang perlu digelisahkan dan ditakuti.”
  9. “Umat manusia hendaklah memiliki pikiran yang bajik dan hati yang welas asih, agar para Buddha dan Bodhisattva dapat mendekati mereka, karena KEBAIKAN AKAN MENARIK KEBAIKAN dan kejahatan akan menarik kejahatan, maka itu JAGALAH PIKIRAN dan HATI agar jangan terjerumus ke dalam KESERAKAHAN, KEBENCIAN dan KEBODOHAN yang mana akan menarik MARA (setan) dan roh-roh jahat untuk berada di sekelilingnya.”30.jpg
  10. “Kehidupan manusia sangat singkat, hari demi hari cepat berlalu. Istri, anak dan rumah ataupun harta benda lainnya tidak satupun yang dapat dibawa pergi, maka itu selagi masih hidup haruslah berbuat banyak kebajikan dan jangan terlalu memperhitungkan keuntungan ataupun kerugian, ataupun bersifat pelit dan jangan sekalipun merebut benda milik orang lain, karena tidak ada sesuatu apapun yang dapat dibawa pergi ketika NAFAS BERHENTI (meninggal dunia).”
  11. “Berusahalah untuk memiliki hati yang penuh KASIH, bersifat LAPANG DADA dan MENGALAH. Hiduplah dengan CERIA dan BEBAS LELUASA, serta IKHLAS dalam memberi dan MAAFKANLAH orang yang telah berbuat SALAH terhadapmu, hanya dengan berpikir dan berbuat demikian MANUSIA AKAN HIDUP BAHAGIA dan SEJAHTERA.”
  12. “Umat manusia tidak memiliki kuasa untuk melarang orang berbuat kejahatan, namun umat manusia memiliki hak untuk tidak bergaul dengan orang yang jahat dan jangan karena melihat sebegitu banyak orang yang berbuat jahat, umat manusia pun ikut berbuat jahat. SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN INI ADALAH MILIK UMAT MANUSIA SENDIRI dan menjadi tanggung jawab umat manusia, ingin lahir di ALAM BUDDHA atau ALAM NERAKA, umat manusia sendirilah yang menentukannya.”
  13. “Umat manusia hendaklah menjaga “HATI” mereka, karena HATI DAPAT MENCIPTAKAN KEADAAN, kalau hati berubah, keadaan akan berubah, hati dapat menimbulkan masalah dan hati juga dapat menyelesaikan semua masalah, kalau hati manusia baik, maka ucapan dan perbuatannya juga baik, maka itu BINALAH HATI DENGAN BAIK-BAIK agar hati “BIASA” dapat berubah menjadi hati “BUDDHA”.
  14. “Umat manusia hendaklah belajar dari sifat alam yang seimbang, yaitu ada waktu siang dan ada waktu malam, ada waktu untuk bekerja dan ada waktu untuk beristirahat, apabila umat manusia ingin mendapat sesuatu, haruslah mengorbankan sesuatu. UNTUK MERAIH SUATU CITACITA, UMAT MANUSIA HARUSLAH MEMILIKI PENASEHAT ATAU GURU YANG AGUNG, dan apa yang diajarkan oleh guru haruslah dipraktekkan sampai mahir, disamping itu umat manusia harus ingat bahwa untuk dapat hidup bahagia di alam manusia ini, diperlukan keseimbangan antara KARYA DUNIAWI dan KARYA KEBAJIKAN.”
  15. “Umat manusia hendaklah MENERIMA KARMA DARI PERBUATANNYA TANPA MENYALAHKAN SIAPAPUN, maka itu hargailah semua yang dimiliki, terutama orang tua, suami, istri dan anak-anak, termasuk teman-teman dan sanak saudara ataupun para tetangga, guru, karir dan majikan, mereka ini adalah hasil dari ikatan karma dari kehidupan yang lampau, maka itu BAIK-BAIKLAH MENGHARGAI SEMUA JODOH INI, karena hal ini tidak akan terulang lagi. Setiap kejadian, yang SUKA maupun DUKA pasti ada hikmah dan maknanya. Manfaatkan setiap kejadian dalam kehidupan ini untuk MENAMBAH KEBIJAKSANAAN DAN PEMAHAMAN TERHADAP DHARMA untuk mencapai PENCERAHAN.”31.jpg
  16. “Umat manusia harus memahami bahwa untuk memperoleh kehidupan yang bahagia di dunia, janganlah terlalu memikirkan diri sendiri atau terlalu memperdulikan perasaan sendiri, kebutuhan sendiri atau mengkhawatirkan keselamatan sendiri. Apabila umat manusia semakin memikirkan diri sendiri, maka akan semakin tidak bahagia hidupnya, karena dia mengkotakkan diri, maka hatinya menjadi sempit dan kecil, inilah sumber penderitaan manusia, tetapi apabila umat manusia bersedia membantu umat manusia yang membutuhkan bantuan dan bersedia MENYEBARKAN DHARMA ajaran dari Sang Buddha untuk membuka pikiran umat manusia, maka manusia seperti ini jiwanya akan menjadi BESAR dan MULIA, dan akan memperoleh KEBAHAGIAAN YANG SEJATI.”
  17. “Untuk dapat hidup bahagia di dunia, umat manusia hendaklah JANGAN MENYIMPAN API KEBENCIAN atau hal apapun yang menyakitkan di dalam hatinya, janganlah bersifat mudah tersinggung, mudah sakit hati, merasa dendam, benci, ataupun berprasangka buruk, tetapi haruslah BERSIFAT RENDAH HATI, TENANG, SEDERHANA, BEBAS LELUASA DAN SUKA CITA.”
  18. “Umat manusia janganlah bersedih hati ketika difitnah orang, malahan harus berterima kasih kepadanya, karena dia telah mengambil karma buruk dari kehidupan yang lampau dari orang yang difitnah, itulah sebabnya para orang bijaksana tidak pernah bersedih hati jika difitnah, dan tidak pernah sekalipun mau memfitnah, bahkan merasa sedih melihat si pembuat jahat harus bertanggung jawab terhadap perbuatan jahatnya.”
  19. “Jika umat manusia ingin hidup bahagia, TANAMLAH BIBIT KEBAHAGIAAN, yaitu belajar membahagiakan orang lain, apabila manusia hanya menyenangkan diri sendiri dan berbuat sesuatu yang merugikan orang lain, maka manusia ini akan menerima buah penderitaan. Berusahalah untuk berbuat kebajikan, yaitu : menghibur orang yang sedang bersedih hati; memberi semangat kepada orang yang sedang frustasi; membimbing atau menasehati orang yang hidup dalam kesesatan; memberi kata-kata bijaksana atau kitab suci Dharma kepada orang yang belum memahami Dharma; memberi dana kepada orang yang membutuhkan bantuan. Dengan berbuat demikian, hidup manusia akan terasa BERMANFAAT dan BERMAKNA, karena APA YANG DITANAM ITULAH YANG AKAN DIPETIK.”
  20. “Umat manusia tidak perlu pergi ke hutan atau masuk ke dalam gua untuk membina diri. TEMPAT MEMBINA DIRI YANG TERBAIK ADALAH DI DALAM HATI DAN DITERAPKAN PADA LINGKUNGAN YANG ADA DISEKELILINGNYA, apabila dia adalah seorang karyawan, jadilah karyawan yang bersifat mengabdi, jujur dan bertanggung jawab; seorang pelajar / mahasiswa haruslah dengan giat dan tekun mendalami ilmu dan menguasai ketrampilan yang dibutuhkan untuk memperoleh mata pencaharian yang baik; seorang ibu rumah tangga haruslah bersifat setia, penuh cinta kasih, sabar dan bijaksana serta memiliki ketrampilan untuk menata rumahnya dengan baik, sehingga setiap anggota keluarganya merasa nyaman, tetapi disamping tugas harian, umat manusia hendaklah berbuat kebajikan, menjalankan 5 SILA : (tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berzinah, tidak meminum-minuman keras dan tidak berbohong), BERVEGETARIAN, dan mendalami DHARMA agar kelak dapat lahir di ALAM BUDDHA.”32.jpg
  21. “Umat manusia harus memahami bahwa hidup ini tidak kekal, bagaikan asap yang berlalu di depan mata, manusia harus menyiapkan diri untuk menghadapinya, jangan hanya terlena terhadap harta benda, istri dan anak. Persiapkan diri dengan berbuat banyak kebajikan sebelum AJAL TIBA agar kelahiran umat manusia di dunia ini tidak sia-sia.”
  22. “Umat manusia setiap kali melihat orang yang tua renta, para pengemis, para penderita penyakit, orang yang tertimpa bencana alam, haruslah menyadarkan diri bahwa hidup di dunia ini adalah tidak kekal dan manusia tidak tahu apa yang akan terjadi besok, maka itu bantulah mereka yang membutuhkan bantuan dan jangan berbuat JAHAT, apabila pernah berbuat kesalahan, bertobatlah dengan sepenuh hati, agar LANGIT dapat mengasihinya.”
  23. “Umat manusia harus mengetahui bahwa ada 2 hal yang tidak boleh ditunda, yaitu : BERBUAT KEBAJIKAN dan BERBAKTI, karena umat manusia tidak tahu kapan dia akan meninggal dunia, tanpa memiliki JASA dan PAHALA, umat manusia tidak dapat lahir di alam yang bahagia, dan janganlah menunggu sampai waktu jatuh miskin, baru berikrar untuk berdana, atau waktu jatuh sakit barulah menyesali dosa dan bertekad membina diri, atau waktu tertimpa bencana barulah dengan tulus berdoa dan bersujud memohon pertolongan dari Buddha dan Bodhisattva, atau sewaktu akan menghembus nafas terakhir baru menyadari harus berbuat kebajikan.”
  24. “Manusia ingin menjadi BUDDHA atau menjadi pengikut MARA (setan) adalah tergantung pada pilihannya. Orang yang selalu berbuat kebajikan, menyebarkan DHARMA dan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk membahagiakan semua makhluk hidup disebut BUDDHA, dan orang yang selalu berbuat hal-hal yang merugikan atau yang menimbulkan penderitaan terhadap makhluk hidup, dan hanya menguntungkan diri sendiri disebut MARA (setan).”
  25. “Umat manusia janganlah menyibukkan diri mengurus hal-hal yang tidak berguna, sehingga tidak memiliki waktu untuk mendalami DHARMA atau berbuat KEBAJIKAN. Sesungguhnya umat manusia bukan tidak memiliki waktu, tetapi umat manusia tidak mau mengatur waktunya. Orang yang sering memberi alasan sibuk, tidak mau berbuat kebajikan, kelak SEWAKTU BERADA DI ALAM BAKA pasti akan merasa sangat menyesal, maka itu manfaatkanlah waktu dalam kehidupan ini untuk berbuat KEBAJIKAN, dan turut serta MENYEBARKAN DHARMA, agar kehidupan di dunia yang singkat dan FANA ini dapat berubah menjadi hidup yang SEJATI.”
  26. “Umat manusia harus memahami bahwa BERKAH dan KEBERUNTUNGAN umat manusia berkaitan erat dengan hatinya. Seberapa besar hati atau jiwa umat manusia, maka akan sebesar itulah berkah dan keberuntungan umat manusia. Bila jiwa umat manusia seluas samudra, maka seluas itulah berkah dan keberuntungan umat manusia. Bagi umat manusia yang berjiwa besar, yang selalu memberi MANFAAT dan KEBAHAGIAAN kepada orang banyak akan hidup BAHAGIA dan SEJAHTERA baik di dunia ini maupun di alam yang lain.”
  27. “Umat manusia hendaklah memiliki KESABARAN, karena sifat sabar dapat menghindarkan manusia dari pertikaian atau pertengkaran yang tidak perlu. Untuk mendapatkan buah yang manis, manusia harus sabar menunggu sampai buah itu benar-benar masak. Tanpa kesabaran, kesalahan kecil dapat membuat manusia timbul emosi besar; tanpa kesabaran, sepatah kata negatif dapat membuat umat manusia merasa dendam dan sakit hati; tanpa kesabaran, sedikit kesalahpahaman dapat menghancurkan rencana besar; tanpa kesabaran, manusia akan memiliki banyak musuh dan menghadapi banyak kesulitan, rintangan atau hambatan yang dibuat oleh diri sendiri, maka itu umat manusia harus melatih KESABARAN untuk memperoleh jalan yang lapang menuju kesuksesan hidup dan karma yang baik.”33.jpg
  28. “Umat manusia harus mengetahui bahwa MANUSIA DATANG DAN PERGI DALAM KESENDIRIAN, tiada yang dapat menemaninya, ketika kelahiran tiba, umat manusia membawa karmanya untuk tumimbal lahir dan ketika AJALNYA tiba umat manusia juga membawa karmanya menuju ke alam yang sesuai dengan perbuatannya semasa masih hidup di dunia ini. Manusia harus menjalani karmanya sendiri. Itulah sebabnya umat manusia hendaklah berbuat JASA dan PAHALA, seperti : melepaskan mahkluk hidup dan menyebarkan Dharma agar dapat tumimbal lahir di alam Buddha dan mengakhiri perputaran dari roda samsara, roda kelahiran dan kematian yang tiada berkesudahan.”
  29. “Umat manusia hendaklah berpedoman pada HATI NURANInya. Ketika umat manusia melihat orang berbuat jahat, haruslah mengingatkan diri sendiri untuk berbuat baik; ketika melihat orang berbuat baik, umat manusia hendaklah turut berbuat baik; HATI NURANI BAGAIKAN SEORANG GURU DHARMA yang selalu mengingatkan diri sendiri untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan jahat atau perbuatan yang merugikan atau yang dapat melukai makhluk hidup yang mana akan membuahkan karma buruk atau PENDERITAAN.”
  30. “Untuk hidup bahagia di dunia, umat manusia harus memiliki PANDANGAN HIDUP YANG BENAR. Ketika melihat orang sukses, janganlah sekalipun merasa iri kepadanya, malahan harus memuji kepribadiannya yang baik, cara berpikirnya yang bijaksana dan tutur katanya yang lembut dan sopan dan kegigihannya yang membuat dia sukses, dan sewaktu melihat orang gagal, janganlah sekalipun menertawakannya ataupun menghinanya, malahan harus meneliti diri sendiri apakah diri kita juga memiliki sifat seperti orang gagal itu. Dengan berpikir demikian, manusia akan berkembang menjadi baik. Disamping itu, bacalah kitab suci DHARMA untuk menambah KEBIJAKSANAAN.”
  31. “Umat manusia harus mengetahui bahwa dalam kehidupan di dunia, manusia kadang kala menghadapi masalah, ada masalah yang dapat ditangani sendiri, tetapi ada masalah yang di luar kemampuan manusia, oleh sebab itu UMAT MANUSIA MEMBUTUHKAN KEKUATAN SPIRITUAL dan KEBIJAKSANAAN yang tak terbatas dari PARA BUDDHA dan BODHISATTVA, karena kekuatan dan kebijaksanaan umat manusia adalah terbatas, maka melalui DOA dengan konsentrasi penuh dan SUJUD yang sepenuh hati, umat manusia akan menerima kekuatan dan cahaya kebijaksanaan dari para Buddha dan Bodhisattva untuk menyelesaikan SEMUA MASALAH nya.”
  32. “Umat manusia hendaklah memahami apa yang paling penting dalam hidupnya, misalnya buah apa yang baik, itulah yang ditanam, apabila umat manusia ingin dipercayai orang, maka dia harus bersikap jujur dan penuh tanggung jawab. Umat manusia harus memahami bahwa siapa yang menjadi orang tuanya, hal itu tidaklah penting, tetapi yang paling penting adalah dia harus menjadi anak yang berbakti, karena dengan menjadi anak yang berbakti, barulah kelak dia mendapat BERKAH memiliki anak yang berbakti; kejadian pada masa lalu tidaklah penting, tetapi yang paling penting adalah apa yang dilakukan pada saat ini, karena perbuatan hari ini menentukan keadaan dari hari esok, dan bagaimana perlakuan orang lain terhadap dia tidaklah penting, tetapi yang paling penting adalah bagaimana dia memperlakukan orang lain dan dirinya sendiri, karena hal inilah yang menentukan hasil dari semuanya.”34.jpg
  33. “Janganlah bersedih hati apabila para umat manusia tidak memahami, tidak mengerti, tidak menghargai, tidak memberi kesempatan kepada kita, malahan mengkritik, menghina, memaki dan menjatuhkan kita, karena yang paling penting adalah kita harus memahami, mengerti, menghargai, memberi kesempatan kepada orang lain dan diri sendiri, karena pada suatu hari ketika semuanya menjadi jelas, kita pasti akan dihargai, ini adalah KEBENARAN SEJATI.”
  34. “Umat manusia janganlah menghabiskan waktunya membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat, terutama janganlah terlibat gossip atau membicarakan keburukan, kesalahan, kekurangan dan kelemahan orang lain, MENDENGARKAN GOSSIP BERARTI MEMASUKKAN SAMPAH KE DALAM PIKIRAN. Sampah apabila dikorek atau diaduk akan mengeluarkan bau yang busuk, tetapi apabila ditutup dengan tanah akan menjadi pupuk.”
  35. “Dalam pergaulan sehari-hari, umat manusia janganlah menggunakan jiwa yang negatif untuk mencari atau melihat kelemahan atau keburukan atau sisi yang jelek dari orang lain, karena jiwa negatif ini akan menutup mata umat manusia untuk melihat kelebihan, kebaikan, dan sisi yang baik dari orang lain, apabila manusia suka mencari kesalahan atau keburukan orang lain, maka dia akan selalu melihat keburukan dan akan menjadi bagian dari keburukan, dan jika umat manusia SUKA KEBAIKAN DIA AKAN MELIHAT KEBAIKAN dan akan menjadi bagian dari kebaikan, maka itu umat manusia harus menggunakan HATI BUDDHAnya untuk melihat hal apapun.”
  36. “Umat manusia janganlah tergantung pada NAMA ataupun sebutan. Baik atau jahatnya seseorang bukan tergantung pada nama dan pengakuan orang, tetapi tergantung pada pikiran, perkataan dan perbuatannya, apabila sifat seseorang itu jahat, walaupun semua orang memuji dan memanggilnya orang baik, dia tetap jahat, tetapi apabila seseorang sifatnya baik walaupun semua orang menghujat, memaki dan memanggilnya si penjahat, dia tetap adalah orang yang baik, karena bukan nama dan pengakuan orang yang menentukan dirinya siapa, tetapi PIKIRAN, PERKATAAN, dan PERBUATAN dialah YANG MENENTUKAN DIRINYA SIAPA. Mata manusia dapat dikelabuhi, tetapi mata LANGIT tidak dapat dikelabuhi atau DIBOHONGI, maka itu JADILAH ORANG BAIK YANG SEJATI.”
  37. “Umat manusia janganlah terlalu memfokuskan pada penampilan luar sehingga melupakan makna atau kwalitas yang terkandung di dalamnya. Umat manusia jangan hanya menginginkan rumah yang mewah, tetapi melupakan kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera; atau menginginkan makanan yang lezat, tetapi mengabaikan gizinya; menginginkan kecantikan, tetapi melupakan kepribadian yang baik; menginginkan kedudukan atau jabatan, tetapi tidak memperhatikan pengabdian dan pelayanannya. Hidup manusia akan sangat MELELAHKAN dan HAMPA apabila manusia hanya mengejar sesuatu yang di luar dan melupakan sesuatu yang ada di dalam hatinya.”35.jpg
  38. “Umat manusia janganlah membiarkan hidupnya senggang tanpa kegiatan, karena kehidupan yang senggang membuat pikiran memiliki kesempatan untuk berkhayal dan melayang tanpa tujuan yang mana akan membawanya melakukan hal-hal jahat / rendah yang akan menimbulkan penyesalan, penderitaan dan kesakitan. Isilah kehidupan ini dengan kegiatan yang bermanfaat yang mendatangkan kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain.”
  39. “Setiap saat umat manusia hendaklah mengingat bahwa MULUT MANUSIA hanya digunakan untuk berkomunikasi, menyampaikan kebenaran (Dharma), berdoa, memuji dan menghibur, membantu membebaskan umat manusia dari penderitaan dan kebodohan. Mulut manusia bukanlah digunakan untuk menyampaikan kata-kata marah, kutukan, cemoohan, atau tutur kata kebencian yang mana dapat mendatangkan pertengkaran, penderitaan dan bencana bagi umat manusia dan dunia. JADIKANLAH MULUT INI BERCAHAYA dengan menyampaikan kata-kata BIJAKSANA, KEBENARAN, KEBAIKAN, KEDAMAIAN dan SUKACITA.”
  40. “Umat manusia hendaklah MEMAAFKAN KESALAHAN DAN KEJAHATAN ORANG LAIN, hanya dengan berbuat demikian, hati dan pikiran manusia akan menjadi tenang dan damai. Janganlah membiarkan api kebencian dan dendam menguasai jiwa, karena api atau racun kebencian dan dendam akan terus menyiksa dan membakar jiwa manusia. Lepaskanlah belenggu kebencian dan dendam untuk memperoleh kebebasan dan sukacita. Apabila umat manusia dapat memaafkan orang yang menyakitinya, dia adalah manusia yang BERJIWA BESAR dan berprilaku AGUNG dan MULIA. Orang yang belajar Dharma, terlebih dahulu harus belajar memaafkan kesalahan orang lain agar dapat hidup bebas leluasa dan bahagia.”
  41. “Umat manusia harus memahami apabila manusia terus menikmati atau memetik buah dari karma baik dan tidak menanam karma baik lagi, maka buah dari karma baik akan segera habis, maka itu kita sering melihat dan mendengar orang kaya yang tiba-tiba jatuh miskin; orang yang berkedudukan hilang jabatannya dalam waktu sekejap mata. AGAR KARMA BAIK SESEORANG TIDAK BERAKHIR, MAKA DIA HARUS TERUS MENANAM BIBIT-BIBIT KEBAJIKAN YANG BARU agar KARMA BAIKnya TERUS BERBUAH sepanjang masa.”
  42. “Umat manusia tidak seharusnya menghamburkan karma baiknya dengan hidup mewah dan berfoya-foya atau menyalahgunakan kekayaan, atau bersifat boros. Mengejar kenikmatan duniawi atau mencari pemuasan nafsu adalah membuang berkah dari karma baik, maka itu UMAT MANUSIA HENDAKLAH BERHEMAT DAN BERSYUKUR TERHADAP APA YANG DIMILIKINYA. Sayangilah berkah dari karma baik. HIDUPLAH SESUAI DENGAN APA YANG DIBUTUHKAN, BUKAN APA YANG DIINGINKAN.”
  43. “Umat manusia harus mengetahui bahwa manusia adalah makhluk hidup yang tidak sempurna, yang mempunyai kelemahan dan kekurangan. Apabila tidak diperbaiki, maka kelemahan dan kekurangan itu akan menjadi semakin parah. Dengan berpedoman pada Dharma dan berusaha untuk memperbaikinya, maka kepribadian manusia akan menjadi semakin baik, dan akhirnya memenuhi syarat untuk lahir di ALAM SURGA atau ALAM BUDDHA.”36.jpg
  44. “Umat manusia harus memahami bahwa kebencian tidak dapat dipadamkan dengan kebencian; kegelapan tidak mampu menerangi kegelapan; kebodohan tidak dapat melenyapkan kebodohan. Kebencian hanya dapat dipadamkan dengan CINTA KASIH; KEGELAPAN HATI HANYA DAPAT DITERANGI DENGAN CAHAYA DHARMA dan kebodohan hanya dapat dilenyapkan dengan CARA BERPIKIR YANG BIJAKSANA. Untuk memperoleh KEBIJAKSANAAN SEJATI, manusia harus membaca kitab suci Dharma dan mendengar wejangan Dharma.”
  45. “Umat manusia harus memiliki rasa syukur, semiskin apapun hidup seseorang, jika dia dapat menghargainya, maka hidupnya pasti bahagia. Kebahagiaan manusia bukan ditentukan oleh seberapa banyak harta yang dimiliki, tetapi ditentukan oleh seberapa besar rasa syukurnya. ORANG YANG MEMILIKI RASA SYUKUR ADALAH ORANG YANG BAHAGIA, karena dia tidak pernah menuntut dan selalu merasa berterima kasih terhadap apa adanya, dan orang yang tidak memiliki rasa syukur, merasa dirinya miskin, karena mereka selalu merasa tidak cukup dan haus. Manusia harus mengetahui bahwa hawa nafsu keinginan manusia adalah tak terbatas, tidak dapat dipuaskan, ibaratnya seperti minum air garam, semakin diminum semakin haus, maka itu jika manusia ingin hidup bahagia, haruslah memahami Dharma dan belajar BERSYUKUR serta BERBUAT BANYAK KEBAJIKAN.”
  46. “Pergaulan sangatlah penting, jika umat manusia ingin menjadi orang yang BIJAKSANA, maka dia harus bergaul dengan orang yang bijaksana dan sering membaca kitab suci Dharma; bila bergaul dengan orang yang DERMAWAN, manusia akan ikut bersifat dermawan. Pergaulan dan lingkungan hidup dapat mempengaruhi dan membentuk kepribadian, nasib dan perjalanan hidup manusia, maka itu manusia haruslah bergaul dengan orang yang berbakti, orang yang memahami Dharma, yang memiliki prinsip kebenaran dan yang rela berkorban apabila diperlukan.”
  47. “Umumnya umat manusia menyukai pujian dan sanjungan dan tidak menyukai kritikan, bahkan merasa kritikan merupakan hal yang menyakitkan hati. Apabila umat manusia bersedia menerima kritikan dan berusaha memperbaiki kesalahan dan kekurangannya, maka umat manusia akan tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik, dan AGAR TIDAK SALAH MELANGKAH, MANUSIA HARUS MEMBACA dan MENDALAMI DHARMA.”
  48. “Umat manusia apabila menghadapi MASALAH atau KESULITAN dapat meminta petunjuk dari para Buddha dan Bodhisattva. Untuk menyelesaikan masalah duniawi berdoalah dengan sepenuh hati dengan menyebut : “ NAMO KUAN SHE YIN PHU SA ”; dan agar dapat lahir di alam Buddha, manusia dapat berdoa dengan menyebut : “ NAMO A MI THO FO ”; dan untuk menolong para almarhum, manusia dapat berdoa dengan menyebut : “ NAMO TI CANG WANG PHU SA ”; dan untuk memahami tujuan dari kehidupan, umat manusia dapat membaca kitab suci Dharma.”

APAKAH ANDA INGIN BERBUAT PAHALA UNTUK DIRI SENDIRI ATAU UNTUK DISALURKAN KEPADA ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA?

Umumnya orang yang telah meninggal dunia merasa sangat kesepian dan benar-benar mengharapkan anaknya dapat membantunya berbuat kebajikan untuk disalurkan kepadanya, agar dia dapat lahir di tempat yang baik. Pada saat para almarhum berada di ALAM BAKA, waktu itu barulah disadari bahwa BERBUAT KEBAJIKAN SANGATLAH PENTING, UNTUK DAPAT LAHIR DI ALAM YANG BAHAGIA (SURGA).

SANG BUDDHA BERSABDA DALAM VAJRACCHEDIKA PRAJNAPARAMITA SUTRA :
( 金 剛 般 若 波 羅 蜜 經 / jīn gāng bān ruò bō luó mì jīng) bahwa : Dari segala pemberian, PEMBERIAN KITAB SUCI DHARMA pahalanya jauh melampaui persembahan dari 7 GUNUNG PERMATA MULIA kepada para Buddha. Mengapa demikian ? Karena : (1) DHARMA adalah Ajaran KEBENARAN yang diajarkan oleh para Buddha yang dapat membimbing para umat manusia untuk TIDAK BERBUAT KEJAHATAN agar umat manusia tidak dihukum di PENJARA ALAM NERAKA. (2) Mengajar umat manusia untuk BERBUAT KEBAJIKAN agar kelak dapat lahir di ALAM SURGA menjadi DEWA-DEWI (/xiān). (3) Mengajar umat manusia untuk mensucikan hati dan pikiran serta BERJIWA BODHISATTVA yaitu bersedia turut membimbing umat manusia ke jalan yang BENAR agar dapat lahir di SUKHAVATI, alam BUDDHA AMITABHA.

MENYUMBANG KITAB SUCI DHARMA BERARTI TELAH TURUT MEMUTAR RODA DHARMA. PERBUATAN YANG MULIA INI AKAN MEMPEROLEH PAHALA YANG SANGAT LUAR BIASA.

Bagi para SANAK KELUARGA yang ingin berbuat JASA dan PAHALA untuk disalurkan kepada ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA untuk MEMBEBASKAN atau MERINGANKAN PENDERITAAN dari PARA ROH DI ALAM BAKA, maka para sanak keluarganya dapat turut MENYUMBANGKAN KITAB SUCI DHARMA, sehingga si penyumbang (donatur) dan sang almarhum akan memperoleh 10 PAHALA, sebagai berikut :

  1. Apabila DI MASA LALU sang umat telah banyak berbuat dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan, maka DOSA YANG RINGAN AKAN SEGERA LENYAP, DAN DOSA YANG BERAT MENDAPATKAN KERINGANAN.
  2. SEGALA PENYAKIT dan MALAPETAKA, seperti yang berasal dari API, AIR, PERAMPOKAN, atau DIFITNAH sehingga harus masuk penjara. Semua malapetaka ini tidak akan pernah terjadi atau dialami, sang umat penyumbang Kitab Dharma akan selalu DILINDUNGI oleh para DEWA PELINDUNG DHARMA.
  3. Sang umat selama-lamanya akan TERHINDAR DARI MUSUH yang ingin mencelakainya, serta ORANG YANG MERASA IRI HATI kepadanya pun segera MELEPASKAN PERMUSUHANNYA.
  4. SETAN-SETAN dan HANTU - HANTU yang jahat tidak dapat mengganggu sang umat serta HEWAN BUAS seperti ular berbisa, harimau yang ganas tidak dapat mencederainya karena sang umat dilindungi para Dewa.
  5. HATI SANG UMAT akan TENANG DAN DAMAI, tidak ada bahaya yang menimpanya, malam TIADA MIMPI BURUK, cahaya mukanya TENANG dan BERSIH, pekerjaan yang dijalankan SELALU BERHASIL.
  6. Sang umat tetap BERTEKAD MENJALANKAN DHARMA ajaran dari Sang Buddha. MAKANAN, PAKAIAN SERBA MENCUKUPI, rumah tangga pun harmonis, REZEKI DATANG TERUS dari berbagai penjuru.
  7. SETIAP HAL YANG DIKATAKAN atau YANG DIJALANKAN MENDAPAT PUJIAN dari orang-orang serta para Dewa yang di langit pun merasa gembira. Pergi kemanapun sang umat MENDAPAT DUKUNGAN.
  8. BAGI ORANG TUA yang berdana KITAB SUCI DHARMA, dapat memohon kepada Buddha agar anaknya yang DUNGU menjadi CERDAS, yang SAKIT menjadi SEHAT, yang SEDIH menjadi bahagia. Bagi KAUM WANITA akan MENERIMA KARMA BAIK YAITU KELAK AKAN DILAHIRKAN SEBAGAI LELAKI.
  9. Selama-lamanya akan TERHINDAR dari PERBUATAN YANG MENJERUMUSKAN sang umat untuk berbuat dosa. Sang umat akan memiliki PENGETAHUAN dan KEBIJAKSANAAN yang luar biasa.
  10. BERDANA KITAB SUCI DHARMA dapat membuat semua umat manusia MENANAM BIBIT KEBAJIKAN yang mendatangkan PAHALA yang sangat MENAKJUBKAN. Sang umat akan lahir di tempat yang selalu dapat MELIHAT BUDDHA dan MENDENGAR DHARMA ajaran dari Sang Buddha, sehingga dapat keluar dari LINGKARAN SAMSARA (Tumimbal Lahir) dan akhirnya dapat MENCAPAI TINGKAT BUDDHA.

CARA BERDOA UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA :

10 PAHALA yang diperoleh dari BERDANA KITAB SUCI ini juga dapat disalurkan ( 迴 向 / huí xiàng ) kepada orang yang telah meninggal dunia, yaitu dengan memasang 3 batang dupa di ALTAR sang ALMARHUM dan memberitahukan kepada Almarhum dengan berkata : (Papa / Mama) janganlah khawatir, karena kami (anakmu / sanak keluargamu) telah berbuat kebajikan menyumbang KITAB SUCI DHARMA kepada umat manusia dan 10 PAHALA YANG DIPEROLEH DARI MENYUMBANG KITAB SUCI semuanya akan disalurkan ( 迴 向 / huí xiàng ) kepada ….. (sebutkan : Papa atau Mama), sekarang (Papa / Mama) juga bacalah doa : “NAMO TI CANG WANG PHU SA” terus-menerus di dalam hati supaya TI CANG WANG PHU SA dapat membantu Papa/Mama.

Setelah itu para sanak keluarga juga berdoa, memohon kepada Buddha dan TI CANG WANG PHU SA dengan merangkupkan kedua tangan menghadap ke langit dan berdoa : NAMO Para Buddha dan Bodhisattva, NAMO TI CANG WANG PHU SA, 10 PAHALA yang diperoleh dari menyumbang kitab suci Dharma ini, ingin saya salurkan ( 迴 向 / huí xiàng ) kepada ALMARHUM YANG BERNAMA ……. ( sebutkan nama orang yang telah meninggal dunia itu). Semoga Beliau dapat lahir di tempat yang baik. Sadhu, Sadhu, Sadhu. ( Ucapkan doa ini sebanyak 3X ).

Setelah itu sanak keluarga dari Almarhum dapat membantu sang Almarhum untuk membagikan kitab suci DHARMA ini kepada teman-teman atau sanak keluarga yang datang melayat atau disumbangkan ke berbagai vihara, agar masyarakat atau umat manusia juga dapat memahami DHARMA ajaran dari Sang Buddha supaya mereka dapat MENGETAHUI TUJUAN DARI KELAHIRAN umat manusia di dunia ini agar mereka juga dapat berbuat KEBAIKAN yaitu TURUT MENYUMBANG KITAB SUCI DHARMA, supaya kelak setelah meninggal dunia, mereka memiliki JASA dan PAHALA untuk tumimbal lahir di ALAM SURGA atau di ALAM BUDDHA.

BAGI ANDA YANG INGIN MEMBACA KITAB SUCI INI, SILAHKAN HUBUNGI KAMI : DR. LEINI LEE, Ph.D. (061) 4565348

38A.png38B.jpg38C.jpgSang Buddha Bersabda :

  1. Jika ingin mengetahui perbuatan anda pada kehidupan yang lampau, lihatlah keadaan apa yang anda terima pada kehidupan sekarang ini.
  2. Jika ingin mengetahui keadaan dari kehidupan anda yang akan datang, perhatikanlah perbuatan yang anda lakukan pada kehidupan ini.

NB: Percetakan Dari Kitab Suci DHARMA ini Adalah Bersifat Amal / Non-Profit.

ASAL USUL DARI “ TI CANG WANG PHU SA ”

39A.jpgKHOTBAH BUDDHA SAKYAMUNI TENTANG NIAT SUCI DARI BODHISATTVA KSITIGARBHA (佛 說 地 藏 菩 薩 本 願 經 / fó shuō tì cáng pú sà Pen Yuen Jing)

39B.jpgInilah TI CANG WANG PHU SA atau Bodhisattva Ksitigarbha yang mengucapkan IKRAR SUCINYA (發願) : “JIKA NERAKA TIDAK KOSONG, SAYA TIDAK AKAN MENJADI BUDDHA.”

39C.jpgAsalnya TI CANG WANG PHU SA atau Bodhisattva Ksitigarbha adalah seorang PUTRI BRAHMANA yang sifatnya sangat WELAS ASIH. Beliau sangat BERBAKTI dan sering berdana kepada TRIRATNA, yaitu : BUDDHA, DHARMA dan SANGHA dan sering MEMBANTU ORANG YANG TERTIMPA KESUSAHAN.

39D.jpgSetelah IBUNYA MENINGGAL DUNIA, Beliau menjual harta warisannya, kemudian membeli sejumlah banyak dupa, bunga-bunga dan berbagai sajian untuk BERDANA kepada BUDDHA, DHARMA dan SANGHA serta mengadakan PUJA - BHAKTI ke berbagai VIHARA BUDDHA dan STUPA-STUPA para BUDDHA.

39E.jpgPutri Brahmana MEMOHON kepada PARA BUDDHA untuk menunjukkan kepadanya di alam manakah ibu-Nya dilahirkan setelah ibunya meninggal dunia, tetapi belum ada hasilnya, maka dengan sangat BERSEDIH HATI, PUTRI BRAHMANA memohon dan menangis di depan ALTAR SANG BUDDHA.

39F.jpgTiba-tiba terdengar SUARA dari LANGIT memberitahu kepada putri Brahmana untuk pulang dan BERMEDITASI yaitu berdoa dengan KONSENTRASI PENUH dan terus menerus menyebut di dalam hati doa : “NAMO BUDDHA PADMA SAMADHI SVARA RAJA (覺華定自在王如 來 / Jue Hua Ting Ze Zai Wang Ru Lai ).

40A.jpgSetelah mendengar PESAN DARI SANG BUDDHA, Putri Brahmana langsung pulang ke rumah, dengan duduk bersila dan konsentrasi penuh, beliau berdoa dengan menyebut berulangulang di dalam hati : “NAMO BUDDHA PADMA SAMADHI SVARA RAJA” selama 1 hari 1 malam TANPA BERHENTI.

40B.jpgDalam meditasi atau samadhinya, putri Brahmana merasa dirinya berada di SUATU TEMPAT YANG ASING, beliau melihat sebuah LAUT YANG AMAT LUAS dan TANPA BATAS, airnya mendidih, bergolak-golak, di dalamnya terdapat banyak sekali para pria dan wanita yang TIMBUL TENGGELAM MEMINTA TOLONG !

40C.jpgPada saat itu datanglah pejabat alam neraka yang bernama AMAGADHA ( 無 毒/ wú dú) memberitahu Putri Brahmana bahwa : Tempat ini adalah ALAM NERAKA, dan orang-orang tersebut adalah manusia yang baru saja meninggal dunia, dan karena mereka telah berbuat BANYAK DOSA, maka mereka harus menyebrangi lautan neraka yang amat luas dan TANPA BATAS ini.

40D.jpgBagi umat manusia yang telah melanggar 5 KEWAJIBAN, yaitu : 1. TIDAK BERBAKTI kepada orang tua; 2. TIDAK SETIA kepada suami / istri; 3. TIDAK MENYAYANGI kakak / adik; 4. TIDAK TULUS terhadap SAHABAT; 5. MEMBUKA USAHA YANG MERUSAK MORAL atau kehidupan umat manusia, maka mereka akan dihukum di PENJARA NERAKA GANTUNG TERBALIK .

40E.jpgApabila dalam waktu 49 HARI, ANAKNYA atau PARA SANAK KELUARGANYA TIDAK BERBUAT KEBAJIKAN UNTUK DISALURKAN kepada mereka, DAN DITAMBAH LAGI sewaktu masih hidup di dunia mereka tidak berbuat KEBAJIKAN dan hanya berbuat KEJAHATAN, maka akan dimasukkan ke PENJARA NERAKA untuk dihukum oleh PARA YAKSA sebagai balasan dari perbuatan JAHATNYA.

40F.jpgApabila seseorang demi mencari HARTA dan KEDUDUKAN, sehingga menggunakan cara yang LICIK atau yang KEJI mencelakai atau MENIPU harta benda orang lain dan BERSIFAT TIDAK TAHU MEMBALAS BUDI atau SOMBONG dan SUKA MEMANDANG RENDAH ORANG LAIN, atau MENGGUNAKAN KEKUASAAN UNTUK MENINDAS atau MEMERAS ORANG, maka akan dihukum di PENJARA NERAKA API.

41A.jpgSetelah para ROH DOSA masuk ke dalam PENJARA NERAKA API, mereka DIHUKUM lagi oleh PARA YAKSA TANPA BERHENTI keadaan mereka sungguh sangat MENDERITA dan MENAKUTKAN, sehingga tidak ada seorangpun yang sanggup melihat keadaan mereka yang mengerikan itu !

41B.jpgBagi orang yang MEMINJAM UANG ORANG, tetapi TIDAK BERSEDIA MENGEMBALIKANNYA atau membayarnya, maka orang yang TIDAK BERBUDI ini setelah meninggal dunia akan dilahirkan di ALAM BINATANG untuk membayar hutangnya.

41C.jpgApabila seseorang semasa hidupnya di dunia berbuat sesuatu yang MERUGIKAN atau menyakiti MAKHLUK HIDUP atau berbuat sesuatu dengan HATI YANG JAHAT dan PIKIRAN YANG KOTOR, maka setelah meninggal dunia, mereka akan dihukum di PENJARA NERAKA CONGKEL HATI untuk mencuci hati mereka yang KOTOR.

41D.jpgBagi orang yang suka BERZINAH atau berbuat CABUL akan dihukum MEMELUK TIANG API YANG MEMBARA; Bagi orang yang MENCELAKAI ORANG DENGAN ILMU GUNA-GUNA atau MEMBUNUH MAKHLUK HIDUP dengan cara MEREBUS, memanggang, maka mereka akan direbus di kuali besar PENJARA ALAM NERAKA.

41E.jpgBagi orang yang menghina TRI-RATNA ( Buddha, Dharma dan Sangha ) atau MEMARAHI ORANG TUA, menghina guru atau memfitnah orang, atau dengan lidah yang LICIK berbuat JAHAT, maka akan dihukum di PENJARA NERAKA MENCABUT LIDAH.

41F.jpgKemudian Putri Brahmana bertanya kepada AMAGADHA, ayahnya yang bernama SILASUDHARSANA dan ibunya yang bernama VAITRI setelah meninggal dunia ditempatkan dimana. Setelah diperiksa, ternyata ibunya semasa hidup menganut aliran sesat, sehingga dihukum di neraka AVICI, tetapi 3 hari yang lalu Dia sudah dibebaskan dan dilahirkan di Alam Surga.

41G.jpgIbunya mendapat pahala dari perbuatan baik PUTRINYA yang BERDANA kepada BUDDHA, DHARMA dan SANGHA dan mengadakan PUJA BHAKTI ke berbagai VIHARA BUDDHA dan STUPA BUDDHA, karena anaknya selalu berbuat baik, maka ibunya juga mendapat PAHALA untuk lahir di ALAM SURGA.

41H.jpgSetelah melihat keadaan di ALAM NERAKA, Putri Brahmana BERIKRAR di depan ALTAR SANG BUDDHA, dengan mengatakan : “Aku bertekad membimbing semua makhluk hidup untuk bebas dari penderitaan, JIKA NERAKA TIDAK KOSONG, MAKA SAYA TIDAK AKAN MENJADI BUDDHA.” Sekarang Putri Brahmana telah menjadi BODHISATTVA KSITIGARBHA bertugas sebagai GURU PEMBIMBING DI ALAM BAKA.

42A.jpgMaka itu, apabila para umat BERSEDIA TURUT MENYUMBANG KITAB SUCI DHARMA, berarti mereka telah membantu PARA BUDDHA dan PARA BODHISATVA dalam misi MENYELAMATKAN semua makhluk hidup yang berada di ALAM SENGSARA (yaitu : alam neraka, alam setan kelaparan, dan alam binatang) dan telah turut serta MEMBIMBING para umat manusia untuk BERBUAT KEBAIKAN, maka mereka mendapat PAHALA untuk lahir di SUKHAVATI, Alam BUDDHA AMITABHA.

42B.jpgSang Buddha bersabda : “Bagi putra dan putri yang budiman yang bersedia menerima, menjalankan, MENCETAK dan MEMBAGIKAN kitab suci Dharma ajaran Sang Buddha kepada masyarakat umum akan memperoleh 10 PAHALA dan 10 Pahala ini dapat disalurkan kepada para orang tua atau kepada para leluhur yang telah meninggal dunia ataupun disalurkan kepada orang yang sedang sakit untuk MERINGANKAN PENDERITAAN mereka, atau sebagai TANDA BERTOBAT untuk MENGHAPUS DOSA dahulu.

42C.jpgBerdana kitab suci Dharma dapat MERINGANKAN PENDERITAAN dari ROH ORANG TUA atau ROH PARA LELUHUR yang berada di alam baka. Apabila para umat ingin meraih suatu cita-cita atau ingin hidup bahagia dan sejahtera, maka dengan JASA dan PAHALA dari MENYUMBANG KITAB SUCI DHARMA, maka semua permohonan akan CEPAT TERKABUL.

42D.jpgBERDANA KITAB SUCI DHARMA ajaran dari Sang Buddha sangat BERMANFAAT bagi umat manusia yang ingin DILAHIRKAN SEBAGAI DEWA (/xiān) di ALAM SURGA atau MENJADI SEORANG BODHISATTVA di ALAM BUDDHA, karena BERDANA KITAB SUCI DHARMA akan memperoleh PAHALA YANG SANGAT LUAR BIASA.

42E.jpgApabila para UMAT MANUSIA SELALU BERBAKTI, BERDANA, DAN MENJALANKAN 5 SILA, yaitu : tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berbohong, tidak berzinah dan tidak meminum sesuatu yang memabukkan atau yang menimbulkan KETAGIHAN serta BERJIWA BODHISATTVA, yaitu bersedia turut membimbing para umat manusia untuk berbuat kebajikan dan memiliki PANDANGAN YANG BENAR akan mendapat BERKAH untuk LAHIR DI SUKHAVATI, ALAM BUDDHA AMITABHA.

42F.jpgBagi UMAT MANUSIA yang semasa hidupnya di dunia TIDAK BERBAKTI, TIDAK BERDANA, DAN TIDAK MENJALANKAN SILA, maka roh mereka akan ditarik oleh energi atau hawa alam bawah untuk menjalani hukuman di PENJARA NERAKA yang dimulai dari PENGADILAN ALAM BAKA TINGKAT PERTAMA sampai PENGADILAN ALAM BAKA TINGKAT KESEPULUH.

Untuk Menyatakan Berlindung Kepada TRIRATNA, Marilah Kita Bersama-sama Mengucapkan 3X :
NAMO BUDDHAYA, NAMO DHARMAYA, NAMO SANGHAYA.

INILAH 10 PENGADILAN ALAM BAKA YANG HARUS DILALUI SESEORANG SETELAH MENINGGAL DUNIA

43A.jpg秦廣王 “QIN GUANG WANG” adalah PENGUASA ALAM BAKA TINGKAT PERTAMA. Setelah manusia meninggal dunia, ROH mereka akan MENDAFTARKAN DIRI di KANTOR PENYERAHAN CATATAN DIRI. Penguasa Alam Baka akan MEMERIKSA SEMUA PERBUATAN YANG BAIK DAN YANG JAHAT yang telah DILAKUKAN OLEH PARA UMAT MANUSIA SEMASA MEREKA MASIH HIDUP DI DUNIA.

43B.jpg楚江王 “CHU JIANG WANG” adalah PENGUASA ALAM BAKA TINGKAT KEDUA. Para ROH YANG BERDOSA akan dikawal ke PANGGUNG CERMIN DOSA untuk melihat semua perbuatan JAHAT mereka, kemudian ROH DOSA itu dikirim ke PENGADILAN ALAM BAKA TINGKAT KEDUA untuk DISIDANG dan DIHUKUM di 16 PENJARA ALAM NERAKA.

43C.jpg宋帝王 “SONG TI WANG” adalah PENGUASA ALAM BAKA TINGKAT KETIGA. Umat manusia apabila BERSIKAP ANGKUH dan SOMBONG, sering MEMANDANG RENDAH atau MENYINDIR, MENGHINA ORANG YANG MISKIN, atau MELIHAT ORANG DENGAN SEBELAH MATA dan HANYA BERGAUL DENGAN ORANG YANG KAYA atau orang yang tinggi derajatnya, maka setelah meninggal dunia, mereka akan dihukum di PENJARA NERAKA CONGKEL MATA.

43D.jpg五官王 “WU GUAN WANG” adalah PENGUASA ALAM BAKA TINGKAT KEEMPAT. Para umat manusia yang MEMALSUKAN OBAT-OBATAN untuk dijual kepada masyarakat umum atau BERPRAKTEK SEBAGAI TABIB PALSU, DUKUN PALSU untuk mencari uang dan MENGANGGAP NYAWA MANUSIA sebagai MAINAN, akan dihukum di PENJARA PEMAKSAAN MINUM OBAT yang SANGAT MENDERITA dan SANGAT MENYAKITKAN sebagai HUKUMAN atas PERBUATAN JAHATNYA.

43E.jpg森羅王 “SEN LUO WANG” adalah PENGUASA ALAM BAKA TINGKAT KELIMA. Umat manusia yang MENGHINA AJARAN AGAMA orang lain, atau BERSIFAT IRI HATI, BERTINDAK TIDAK ADIL, KEJAM, EGOIS, MEMBUAT RENCANA JAHAT untuk MENCELAKAI ORANG, MEMPERKOSA atau MENODAI ANAK DAN ISTRI ORANG, atau SUKA BERJUDI akan dihukum di PENJARA NERAKA CONGKEL HATI untuk membersihkan hatinya yang JAHAT dan KOTOR.

43F.jpg卞城王 “BIAN CHENG WANG” adalah PENGUASA ALAM BAKA TINGKAT KEENAM. Umat manusia yang melanggar peraturan atau SILA, BERANI BERBUAT ZINAH walaupun sudah masuk ke pintu suci, atau BERSELINGKUH, atau berbuat CABUL di tempat PELACURAN atau suka bersenang-senang dengan hal yang berhubungan dengan SEKS akan dihukum di PENJARA MEMOTONG ALAT KEMALUAN dan LUKA DARI POTONGAN TERSEBUT AKAN DIGIGIT OLEH TIKUS.

44A.jpg泰山王 “TAI SHAN WANG” PENGUASA ALAM BAKA TINGKAT KETUJUH. Orang yang suka MEMANASMANASI ORANG untuk BERTENGKAR, menulis PENGADUAN PALSU, BERLAKU CURANG, MELAKUKAN PERBUATAN JAHAT yang MELANGGAR HUKUM, MENULIS CEK KOSONG, MELARIKAN UANG ORANG akan dihukum di NERAKA PANGGANG JARI TANGAN dan KELAK HARUS BEREINKARNASI menjadi HEWAN untuk membayar HUTANGNYA.

44B.jpg都市王 “DU SHE WANG” PENGUASA ALAM BAKA TINGKAT KEDELAPAN. Orang yang MENCARI CELAH HUKUM DEMI UANG, serakah terhadap HARTA BENDA orang, MEMFITNAH, MENIMBULKAN PERTENGKARAN, PEMBORONG bangunan yang mengurangi bahan bangunan akan dihukum di NERAKA ULAR BERACUN. ANAK DURHAKA yang MENELANTARKAN ORANGTUA, PEMERKOSA, PENJUAL RACUN dan NARKOBA akan dihukum di NERAKA AVICI.

44C.jpg平等王 “PING TENG WANG” adalah PENGUASA ALAM BAKA TINGKAT KESEMBILAN. Umat manusia yang MEMBUAT FOTO PORNO atau membuat OBAT PERANGSANG SEKS, MENULIS atau MENCETAK BUKU PORNO untuk mencari keuntungan, ANAK DURHAKA, SEKS MANIAK atau melakukan SEKS YANG TIDAK SAH, MENERIMA UANG HARAM, MENJALANKAN PRAKTEK ILMU SESAT, mereka semua akan dihukum di penjara NERAKA MEMOTONG TANGAN DAN KAKI.

44D.jpg轉輪王 “ZHUAN LUN WANG” adalah PENGUASA ALAM NERAKA TINGKAT KESEPULUH. Umat manusia harus MENJALANI PEMBALASAN DARI KARMANYA, keadaan dari kelahiran manusia di dunia adalah tergantung pada perbuatan mereka di kehidupan yang lampau. Keadaan manusia pada saat ini adalah HASIL DARI PERBUATANNYA pada kehidupan yang lampau. PERBUATAN SAAT INI AKAN MENENTUKAN KEADAAN DARI KELAHIRAN YANG AKAN DATANG.

44E.jpgMaka itu, para Buddha dan Bodhisattva selalu berpesan kepada umat manusia : “JANGANLAH BERBUAT KEJAHATAN, BELAJAR BERBUAT KEBAJIKAN, SUCIKAN HATI DAN PIKIRAN SERTA TURUT MENYUMBANG KITAB SUCI DHARMA untuk membimbing para umat manusia ke JALAN YANG BENAR, maka dengan JASA dan PAHALA ini SANG UMAT MANUSIA DAPAT LAHIR DI ALAM BUDDHA.”

SANG BUDDHA BERSABDA : “PARA UMAT MANUSIA APABILA MEMBACA SEBUAH SUTRA atau MENYUMBANG KITAB SUCI DHARMA akan MEMPEROLEH PAHALA YANG BERLIMPAH dan mereka dapat membaca Syair Pelimpahan Jasa.”

PARA UMAT YANG TELAH SELESAI MEMBACA KITAB SUCI DHARMA atau BERBUAT KEBAJIKAN dapat menyalurkan jasanya dengan membaca SYAIR PELIMPAHAN JASA INI :

Semoga dengan jasa kebajikan ini, memperagung tanah suci PARA BUDDHA, ke atas membalas 4 budi besar, ke bawah menolong mereka yang berada di 3 alam sengsara, Semoga mereka yang mendengarkan DHARMA ini, bertekad membangkitkan HATI BODHISATTVA-nya, setelah berakhirnya kehidupan di dunia ini, bersama-sama LAHIR DI SURGA SUKHAVATI, alam BUDDHA AMITABHA. Sadhu, Sadhu, Sadhu.

Bagi Anda yang ingin memahami TUJUAN DARI KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIA, dapat membaca KITAB SUCI yang berjudul: “BERKELILING KE ALAM NERAKA”. Kitab suci ini berisi PENJELASAN YANG LENGKAP TENTANG ALAM BAKA yang perlu diketahui setiap umat manusia agar tidak jatuh ke alam neraka dan dapat lahir di ALAM SURGA atau ALAM BUDDHA AMITABHA. Hubungilah kami: 061-4565348, Medan.

PEDOMAN HIDUP

Kehidupan manusia ada batasnya, Dharma ajaran Sang Buddha tiada batasnya. Membabarkan Dharma untuk semua makhluk hidup merupakan kebajikan yang tak terhingga.

Untuk menghasilkan keajaiban yang menakjubkan dapat dilakukan melalui 3 CARA YANG BIJAK, yaitu : MELAFALKAN PARITTA, BERIKRAR MELAKUKAN KEBAJIKAN (perbuatan baik) dan melakukan PELEPASAN MAKHLUK HIDUP ( 放生 / Fang Sheng).

Metode pelafalan paritta sangat ampuh untuk menetralisir karma negatif yang datang menghalangi kita, dan sangat ampuh untuk memperbaiki ketidakharmonisan dalam keluarga, dan dapat memperoleh keselamatan, memperbaiki karir, bahkan dapat mengurangi penderitaan dari para arwah di alam baka serta mendatangkan kebahagiaan.

Para Buddha dan para Boddhisattva tidak tega melihat kondisi umat manusia yang berjuang di dalam penderitaan duniawi, hidup dalam keadaan tersesat atau terombang-ambing dalam kebingungan.

Manusia di dunia sebenarnya harus menyadari bahwa segala wujud dari penderitaan yang dialaminya merupakan pelunasan karma negatif yang dihutangi, hanya dengan melunasi akumulasi hutang karma negatif yang terbentuk di kehidupan ini dan dari kehidupan masa lampau, barulah manusia mempunyai kesempatan menuju ke alam surga ataupun ke alam Buddha.

Ajaran Dharma mengutamakan SAAT INI, para Buddha mengajarkan kita untuk menanam bibit kebajikan, rajin melafalkan paritta dengan hati dan pikiran yang jernih serta berbuat amal kebaikan untuk mengumpulkan bekal untuk kehidupan yang akan datang.

Hambatan utama umat manusia untuk menjadi Buddha adalah dirinya sendiri, karena manusia telah melakukan karma negatif, sehingga hati dan jiwanya telah tercemar, dan hati nuraninya tertutup, sehingga manusia tidak bisa mengenal sifat Buddha yang dimilikinya, maka hanya dengan membersihkan hati dan jiwa dari noda dan pencemaran, barulah manusia bisa menampilkan sifat ke-Buddha-annya.

Dharma, Ajaran Sang Buddha akan membimbing kita mencari kembali jiwa Buddha kita yang telah ada di dalam diri kita untuk kembali pada kebenaran awal.

DELAPAN JALAN UTAMA PEDOMAN HIDUP KITA

Untuk melenyapkan segala bentuk penderitaan, 8 JALAN MULIA ini harus dipraktekkan, ini adalah JALAN TENGAH yang dibabarkan oleh Sang Buddha Sakyamuni untuk pencapaian Nibbana :

  1. PENGERTIAN BENAR : Kita harus memiliki pengetahuan benar terutama tentang hukum karma (hukum sebab dan akibat) dan mengikuti sila (peraturan) dalam menjalani kehidupan agar dapat hidup bahagia dan berkembang menjadi lebih baik, lebih mulia dan akhirnya mencapai kesempurnaan.
  2. PIKIRAN BENAR : Kita harus memikirkan hal-hal yang benar dan tidak memikirkan hal-hal yang salah, yang tidak penting dan yang tercela. Selalu berpikir bagaimana dapat memajukan diri agar tindakan kita dapat menunjukkan atau mencerminkan kemuliaan dari para Buddha, dengan selalu membantu dan bersifat simpati terhadap semua makhluk, menjaga pikiran kita tidak  erpencarpencar (berkhayal) dan menjaganya agar tetap welas asih dan baik dan selalu berpikir tentang kebaikan orang dan bebas dari prasangka.
  3. UCAPAN BENAR : Kita harus mengatakan hal-hal yang baik. Hal itu bukanlah urusan kita untuk membicarakan perbuatan buruk dari orang lain, ada kemungkinan hal itu tidak benar, dan apabila kita mengulang mengucapkan ketidak-benaran itu, hal itu akan menciptakan karma buruk bagi kita dan melukai orang lain dan mencemarkan pikiran dari orang yang mendengarnya, dan walaupun itu kisah nyata, hal itu tetap saja salah kalau kita menceritakannya kepada orang lain, karena tidak ada manfaatnya dan tidak membawa perubahan terhadap orang tersebut. Kita tidak boleh menyebar perbuatan jahat dari siapapun. Perkataan kita harus bebas dari kesalahan, ketidak-telitian, ketidaktepatan dan jangan membesar-besarkan masalah atau menyatakannya dengan berlebih-lebihan. Perkataan kita haruslah bersifat membantu, tepat, ramah, berguna, menyenangkan dan jauhkan perkataan yang nakal, jahat, merugikan orang, bersifat cemoohan atau mengejek, yang tidak berguna, tidak berharga dan tidak beralasan dan yang menghabiskan waktu.
  4. PERBUATAN BENAR : Perbuatan kita harus bebas dari hanya mementingkan diri sendiri. Kehidupan di dunia ini begitu singkat, kita harus mengambil kesempatan untuk mempraktekkan Dharma. Kita hanya melakukan apa yang paling baik untuk membantu para makhluk hidup dan menjalankan tugas yang diberikan dengan sungguh-sungguh. Apabila kita berada di dalam satu organisasi, semua perbuatan kita akan memberi pengaruh yang besar terhadap orang lain. Kita harus mempertanggung-jawabkan semua perbuatan kita, maka itu kita harus selalu waspada terhadap perbuatan kita.
  5. PENGHIDUPAN BENAR : Kita harus memiliki mata pencaharian yang tidak merugikan (melukai), dan bebas dari ketidak-jujuran, penipuan, mengambil keuntungan yang banyak (menjual barang berkualitas rendah dengan harga yang tinggi), penting bagi kita untuk memiliki pengetahuan yang khusus terhadap barang yang kita dagangkan.
  6. UPAYA BENAR : Kita bukan hanya tidak melakukan perbuatan jahat, tetapi harus berbuat kebajikan, janganlah bersifat baik yang pasif, kita dapat menggunakan kekuatan jasmani dan pikiran kita untuk membantu para makhluk hidup yang lain. Kita harus berhati-hati terhadap apa yang kita lakukan dan katakan karena orang lain akan meniru kita. Kita berusaha mengerjakan sesuatu yang berguna dan terutama sesuatu yang harus segera dikerjakan menurut Dharma.
  7. KESADARAN BENAR : Kita harus selalu mengingatkan diri sendiri bahwa diri kita adalah siapa, tugas apa yang harus segera dilakukan dan kewajiban kita apa. Seorang yang bijaksana hanya mengurus dan memperhatikan hal-hal yang baik, tidak akan menyimpan pikiran yang tidak baik, kita harus melupakan dan memaafkan kejahatan yang dilakukan orang lain kepada kita dan hanya mengingat kebaikan yang pernah diberikan orang lain kepada kita, karena hal ini akan mengisi pikiran kita dengan cinta kasih dan rasa terima kasih. Apabila kita pernah berbuat kesalahan, kita mengingatnya dengan tujuan untuk tidak mengulang kesalahan yang dulu dan janganlah pernah menyimpan perasaan penyesalan dan kesedihan di dalam pikiran kita.
  8. KONSENTRASI BENAR : Kita harus memusatkan pikiran kita pada hal-hal untuk melakukan kebajikan, perbuatan yang bersifat berguna, bermanfaat dan membantu, sehingga dimanapun kita berada, kita akan dikelilingi oleh pengaruh (energi) yang baik. Di samping melakukan meditasi untuk merenungkan ajaran Sang Buddha, kita juga harus mempraktekkanNya dalam kehidupan yang nyata agar memperoleh hasil yang lebih baik.

BAGI ANDA YANG INGIN MEMBACA KITAB SUCI INI, SILAHKAN HUBUNGI KAMI : DR. LEINI LEE, Ph.D. (061) 4565348

70.pngNB: Percetakan Dari Kitab Suci DHARMA ini Adalah Bersifat Amal / Non-Profit.

PROFILE DR. LEINI LEE, Ph.D.

71.pngPENDIDIKAN / EDUCATION :
Tamatan SMA, Sekolah Nasional; Tamatan Ijazah PGA (Pendidikan Guru Agama Buddha), Departemen Agama Buddha, JAKARTA; Tamatan Pendidikan Dharma, SANGHA AGUNG INDONESIA; Tamatan Pendidikan Dharma, MAJELIS BUDDHAYANA INDONESIA; Tamatan Pendidikan Guru Agama Buddha Tingkat “ATAS”, Majelis Buddhayana Indonesia; Tamatan Gelar BA / Bachelor of Arts, Jurusan Bahasa Asing, ACADEMY OF FOREIGN LANGUAGES; Tamatan Gelar S1, Linguistics and English Literature; Tamatan Gelar S2 / MASTER OF ARTS / M.A. in English, Research at Cambridge University, ENGLAND (UK); Tamatan Gelar S3 / Doctor of Philosophy / Ph.D. in Education, USA; Tamatan Program Mandarin and Chinese Cultural Program at TZU CHI UNIVERSITY, HUA LIEN, TAIWAN.

PROFESI :

  1. Mantan Guru Bahasa Inggris dan Guru Agama Buddha di berbagai sekolah, yakni : PERGURUAN KARTANEGARA, PERGURUAN SUTOMO, PERGURUAN W.R. SUPRATMAN dan PERGURUAN BUDI UTOMO.
  2. Mantan Dosen Bahasa Inggeris dan Dosen Agama Buddha di SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA, STAB.
  3. Pendiri, Kepala Sekolah dan Pengajar Bahasa Inggeris di : DR. LEINI LEE, Ph.D. INTERNATIONAL EDUCATION CENTER.
  4. Pendiri dan Penceramah Dharma di Sunday School : “SUKHAVATI EDUCATION CENTRE” , Medan.


PIAGAM PENGHARGAAN (AWARD) yang pernah diraih :

  1. Terpilih Sebagai Tokoh Peraih Piagam Penghargaan : ASEAN EXECUTIVE GOLDEN AWARD.
  2. Terpilih Sebagai Tokoh Peraih Piagam Penghargaan ASEAN PROFESSIONAL GOLDEN AWARD.
  3. Sekolah DR. Leini Lee, Ph.D. Pemenang Piala Juara I , “PIDATO BAHASA  NGGERIS”, Tingkat KOTA MEDAN.
  4. Sekolah DR. Leini Lee, Ph.D. Pemenang Piala Juara I , “ PIDATO BAHASA INGGERIS ”, Tingkat PROVINSI SUMUT.
  5. Peraih 10 Piagam “BUSINESS LEADERSHIP and BUSINESS MANAGEMENT”, Institute of Business Studies, USA.
  6. Peraih Piala Penghargaan “WANITA PENGABDI MASYARAKAT” pada HARI IBU INTERNASIONAL.
  7. Peraih Piagam Penghargaan “SENIOR EDUCATOR”, anugerah dari Perguruan Tinggi Agama Buddha BODHI DHARMA.


AKTIVITAS dan KEGIATAN dalam bidang Agama Buddha :

  1. Pembimbing dan Penceramah di berbagai vihara, yakni : Vihara Bodhi Suci, Vihara Sahassa Buddha, Vihara Dharma Wijaya, Vihara Dharma Shanti dan “DHARMA FOR FAMILY” di PERGURUAN TINGGI SWASTA.
  2. Anggota dari Tim Penerjemah di ITC, INDONESIA TRIPITAKA CENTRE. Berhasil Menerjemah, Mencetak dan Mempublikasi sekitar 20 SUTRA.
Table of Contents